Banner Internal

Jual Mimpi Dapur MBG, Uang Rp950 Juta Raib, BGN Tegaskan Tak Pernah Pakai Calo

Jual Mimpi Dapur MBG, Uang Rp950 Juta Raib, BGN Tegaskan Tak Pernah Pakai Calo

BGN menegaskan tak pernah menunjuk calo untuk dapur MBG. Polisi usut dugaan penipuan pembangunan SPPG di Lombok Timur dengan rugi Rp950 juta.--Google

JAKARTA, PostingNews.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya tak hanya menarik perhatian masyarakat yang ingin terlibat, tetapi juga dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan. Modusnya menjual janji pembangunan dapur MBG lengkap dengan titik lokasi hingga jaminan siap beroperasi, asalkan korban bersedia menyerahkan sejumlah uang.

Merespons maraknya dugaan penipuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak pernah dipungut biaya.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan lembaganya tidak pernah menunjuk pihak ketiga, perantara, maupun calo untuk mengurus penentuan titik dapur MBG. Penegasan itu disampaikan setelah muncul sejumlah laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan berkedok pembangunan dapur SPPG.

Menurut Sony, para pelaku diduga menawarkan berbagai kemudahan mulai dari penyediaan lokasi SPPG, pembangunan fasilitas dapur, hingga janji dapur siap beroperasi. Untuk mendapatkan semua itu, korban diminta menyerahkan sejumlah uang.

“Seluruh proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah tidak pernah dipungut biaya oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Sony dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, 1 Juni 2026.

BACA JUGA:Kejutan di Anfield, Liverpool Coret Arne Slot Demi Sosok Pelatih Agresif Ini!

BGN mengaku sejak awal pelaksanaan program MBG telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku bisa mempercepat proses persetujuan atau menjamin operasional SPPG dengan imbalan uang.

“BGN tidak pernah menunjuk perantara, calo, ataupun pihak mana pun yang dapat menjamin seseorang memperoleh titik lokasi SPPG dengan cara membayar sejumlah uang. Seluruh proses dilakukan secara transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Kasus-kasus tersebut mulai terungkap setelah sejumlah korban mendatangi BGN karena proyek yang dijanjikan tak kunjung berjalan. Dana yang telah mereka serahkan juga tidak kembali. Setelah melakukan klarifikasi, BGN menyarankan para korban untuk menempuh jalur hukum melalui aparat penegak hukum.

Salah satu kasus yang kini diproses aparat terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kepolisian setempat telah meningkatkan perkara dugaan penipuan berkedok pembangunan dapur MBG ke tahap penyidikan.

Kepala Kepolisian Resor Lombok Timur Ajun Komisaris Besar I Komang Sarjana mengungkapkan korban dalam perkara tersebut mengalami kerugian mencapai Rp950 juta. Uang itu diduga diserahkan kepada terlapor untuk pembangunan dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.

BACA JUGA:Stop Percaya Mitos, Ini Alasan Penting Pria Harus Paham Vasektomi!

Penyidik menerbitkan surat perintah penyidikan pada 21 Mei 2026. Delapan hari kemudian, tepatnya pada 29 Mei 2026, polisi menetapkan seorang terduga berinisial S sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

Kepolisian memastikan penyidikan masih terus berjalan. Aparat akan mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain sekaligus mengungkap seluruh fakta di balik praktik penipuan yang menjual nama program MBG tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share
Seedbacklink affiliate

Berita Terkait