Iklan Internal Kiriman Naskah

Program Makan Gratis Dihajar Isu Pemborosan, Motor EO Sampai Kaos Kaki Bikin Geleng Kepala

Program Makan Gratis Dihajar Isu Pemborosan, Motor EO Sampai Kaos Kaki Bikin Geleng Kepala

Pengadaan motor listrik, EO hingga perlengkapan jadi sorotan di program makan gratis BGN, publik mempertanyakan efektivitas anggaran.-Foto: Otoplasa-

JAKARTA, PostingNews.id — Badan Gizi Nasional mendadak jadi sorotan setelah sederet pengadaan barang dan jasa dalam program makan bergizi gratis atau MBG dianggap janggal. Program yang mestinya fokus ke pemenuhan gizi justru terseret isu pemborosan, dari motor listrik sampai jasa event organizer.

Sorotan paling awal datang dari pengadaan sepeda motor listrik dalam jumlah besar. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan, motor itu memang masuk dalam rencana anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional di lapangan, khususnya bagi kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi.

“Motor belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara sebelum didistribusikan,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, 7 April 2026.

Ia juga membantah kabar jumlahnya mencapai puluhan ribu di luar kendali. Menurutnya, realisasi pengadaan hanya sekitar 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit.

BACA JUGA: Ultah Mewah di Paris: Antara Hak Pribadi, Etika Pejabat, dan Luka Psikologis Rakyat yang Antre Beras

Namun polemik tak berhenti di situ. Penggunaan jasa event organizer juga ikut dipertanyakan. Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, terdapat puluhan paket kegiatan yang melibatkan EO di tahun pertama program MBG berjalan.

Dadan mengakui penggunaan EO itu bukan tanpa alasan. Ia menyebut lembaganya masih dalam tahap membangun sistem dan belum sepenuhnya siap menjalankan kegiatan skala besar secara mandiri.

BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 April 2026.

Nilai pengadaan jasa ini mencapai Rp113,9 miliar. Salah satu kegiatannya bahkan berupa fun run dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia 2025 dengan nilai kontrak Rp1,3 miliar.

Sorotan publik makin tajam saat muncul kabar pengadaan alat makan, laptop, hingga kaus kaki dengan nilai fantastis. Di media sosial, angka yang beredar bahkan menyentuh Rp4 triliun.

BACA JUGA:Huawei Pura X Max: Bawakan Era Baru HP Lipat Premium? Simak Infonya Disini..

Dadan menepis angka tersebut. Ia menegaskan informasi itu tidak benar dan jauh dari realisasi yang sebenarnya.

“Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan Rp 4 triliun. Itu sama sekali tidak benar,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Ia merinci, pengadaan laptop hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025. Sementara alat makan dialokasikan untuk 315 satuan pelayanan dengan anggaran Rp215 miliar dari APBN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share