Borok Pengadaan Motor Listrik Rp2,4 T di Badan Gizi Nasional Terbongkar, Relevansinya Mana?
Kejanggalan BGN: Anggaran motor listrik tembus Rp2,4 Triliun! Cek kritik pedas Nusantara Youth Institute soal transparansi program Makan Bergizi Gratis.-Istimewa-
POSTINGNEWS.ID --- Di tengah semangat pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) buat meningkatkan kualitas SDM kita, ada kabar miring nih yang datang dari proses pengadaannya. Direktur Eksekutif Nusantara Youth Institute, Lingga Pangayumi Nasution, baru saja membongkar sejumlah kejanggalan yang bikin kita mengernyitkan dahi.
Pasalnya, dari total anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 yang mencapai Rp6,2 triliun, ternyata ada porsi jumbo sebesar Rp2,4 triliun yang dialokasikan cuma buat beli sepeda motor listrik. Pertanyaan besarnya: Apa hubungannya motor listrik triliunan rupiah dengan urusan piring makan bergizi anak-anak kita, Sob?
BACA JUGA:Kantor MBG Diperluas di Semua Daerah, ASN Disiapkan Awasi Ribuan Dapur
Anomali Vendor: Perusahaan Baru, Rekam Jejak Bermasalah?
Lingga menyoroti keterlibatan PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai penyedia motor bermerek Emmo Mobility. Ada beberapa poin yang bikin para Postingers perlu kritis, nih. Pertama, profil perusahaannya tergolong sangat baru. Kedua, alamat kantornya terindikasi merujuk ke entitas lain, yaitu PT Kaisar Motorindo Industri. Aneh banget kan, Sob?
Bukan cuma itu, ternyata vendor ini punya rapor merah di pengadilan karena kasus wanprestasi (gagal janji) pada proyek bantuan pangan sebelumnya. Bayangkan, perusahaan yang punya kewajiban hutang puluhan miliar ke PT Pos Indonesia malah menang proyek strategis senilai triliunan rupiah. Di mana prinsip due diligence-nya, ya?
BACA JUGA:Motor MBG Rp42 Juta Disorot Publik, Video 70 Ribu Unit Viral BGN Buru-Buru Klarifikasi
Anggaran Gizi atau Anggaran Kendaraan?
Sobat pasti setuju kalau tujuan MBG adalah menekan angka stunting dan kemiskinan. Tapi, struktur belanja BGN justru terlihat "gemuk" di sektor kendaraan daripada intervensi gizi itu sendiri. Nilai realisasi pengadaan motor listrik yang sudah tercatat saja sudah mencapai Rp1,21 triliun!
Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kelemahan dalam sistem seleksi dan transparansi pengadaan barang pemerintah. Secara aturan, vendor dengan catatan buruk seharusnya masuk blacklist, bukan malah dikasih panggung buat proyek sebesar ini. Ini soal kredibilitas tata kelola keuangan negara kita, Postingers!
BACA JUGA:6 Motor Listrik Fast Charging Terbaik 2026: Cas 20 Menit Langsung Gas Pol, Sob!
Urgensi Evaluasi dan Transparansi Akuntabilitas
Lingga menegaskan kalau persoalan ini bukan sekadar teknis adminstratif, tapi sudah menyangkut kepercayaan publik. Penggunaan anggaran publik harusnya berorientasi pada prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Jangan sampai program mulia buat rakyat justru jadi celah buat praktik yang nggak transparan.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Kita sebagai anak muda harus tetap kritis memantau agar setiap rupiah pajak yang kita bayar benar-benar sampai ke perut anak-anak yang membutuhkan gizi, bukan malah jadi deretan motor listrik yang urgensinya masih tanda tanya.
BACA JUGA:Prabowo Janji Indonesia Punya Mobil Sendiri, Becak pun Disuruh Naik Motor Listrik
Kesimpulan: Rakyat Butuh Gizi, Bukan Sekadar Seremonial
Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah hebat, tapi tanpa pengawasan ketat, program ini bisa salah sasaran. Mari kita kawal terus isu ini agar cita-cita Indonesia Emas 2045 nggak cuma jadi slogan, tapi nyata lewat gizi yang berkualitas dan anggaran yang bersih.
Gimana menurut Sobat? Apakah pengadaan motor listrik senilai Rp2,4 triliun ini memang diperlukan buat distribusi makanan, atau menurutmu anggarannya lebih baik dialihkan langsung ke bahan pangan berkualitas? Yuk, diskusi di kolom komentar, Postingers!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
