Iklan Internal Kiriman Naskah

19 Ribu Sapi Sehari Buat MBG Bikin Heboh, BGN Ngaku Cuma Simulasi, Bukan Kebutuhan Nyata

19 Ribu Sapi Sehari Buat MBG Bikin Heboh, BGN Ngaku Cuma Simulasi, Bukan Kebutuhan Nyata

BGN klarifikasi kebutuhan 19 ribu sapi per hari untuk MBG hanya simulasi, bukan kebutuhan riil, setelah viral dan memicu kekhawatiran publik.-@divisihumaspolri-Instagram

JAKARTA, PostingNews.id — Pernyataan soal kebutuhan 19 ribu sapi per hari untuk program makan bergizi gratis sempat bikin geger. Angka itu dinilai terlalu besar dan memicu kekhawatiran soal pasokan hingga harga pangan. Kini, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana buka suara, menyebut angka tersebut bukan kondisi riil di lapangan.

Dadan menjelaskan, angka itu hanyalah simulasi. Perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi seluruh dapur MBG memasak menu daging sapi secara bersamaan dalam satu hari.

“Ini hanya pengandaian kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Kamis, 23 April 2026.

Menurut dia, satu dapur MBG atau SPPG rata-rata membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi dalam sekali masak, atau setara satu ekor sapi. Jika seluruh 1900 SPPG memasak menu yang sama secara serentak, maka kebutuhan bisa tembus puluhan ribu ekor dalam sehari.

BACA JUGA:Big Bad Wolf Jakarta 2026 Hadir Kembali, Belanja Buku Seharian di ICE BSD dengan Diskon Hingga 90 Persen

Namun Dadan menegaskan, skenario itu tidak pernah diterapkan. BGN justru menghindari menu seragam secara nasional karena bisa memicu lonjakan permintaan dan berdampak ke harga pasar.

Pengalaman sebelumnya jadi pelajaran. Saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025, seluruh dapur MBG memasak menu yang sama yakni nasi goreng dan telur ceplok. Dampaknya langsung terasa di pasar.

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” kata Dadan.

Dari situ, BGN memilih strategi yang lebih fleksibel. Menu MBG disesuaikan dengan potensi bahan pangan lokal dan selera masyarakat di masing-masing daerah agar tekanan terhadap pasokan tidak menumpuk di satu komoditas.

“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA:Fairuz A. Rafiq Akhirnya Buka Suara Soal Rumah Tangga dengan Sonny Septian, Klarifikasinya Bikin Netizen Lega

Sebelumnya, angka 19 ribu sapi itu mencuat dari rapat kabinet pada Senin, 15 Desember 2025. Saat itu, Dadan melaporkan langsung ke Presiden bahwa setiap dapur MBG akan menyembelih satu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

“Jadi kalau di akhir tahun ini ada 19 ribu SPPG maka ada 19 ribu sapi dalam satu hari yang dipotong karena program MBG. Kalau sebulan 4 kali, maka tinggal dikalikan saja,” kata Dadan kepada Prabowo.

Pernyataan itu kemudian viral di media sosial dan memicu polemik. Kini BGN mencoba meluruskan, bahwa angka fantastis itu lebih ke simulasi ekstrem, bukan kebutuhan harian yang benar-benar terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share