Banner Internal

Prabowo Sebut Indonesia Bisa Berhenti Minta Bantuan ke Asing Asal Pancasila Dijalankan

Prabowo Sebut Indonesia Bisa Berhenti Minta Bantuan ke Asing Asal Pancasila Dijalankan

Prabowo Subianto menyebut Indonesia bisa berhenti bergantung pada bantuan asing jika nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang terus bergantung pada bantuan pihak lain apabila nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam kehidupan bernegara.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, penerapan nilai Pancasila secara konsisten dalam bidang politik, hukum, sosial, budaya, hingga ekonomi akan menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa.

Prabowo meyakini Indonesia bukan hanya mampu menjadi negara maju dan makmur, tetapi juga menjadi bangsa yang dihormati dunia.

“Saya yakin Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan makmur, Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera,” ujar Prabowo.

Keyakinan itu, kata dia, bertumpu pada persatuan nasional, keadilan sosial, dan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa. Dengan modal tersebut, Indonesia diyakini dapat tampil sebagai negara yang berpengaruh dalam menjaga perdamaian dunia.

BACA JUGA:Ganjar Semprot DPR, RUU Pemilu Mau Diserahkan ke Pemerintah, Parlemen Kehabisan Nyali?

“Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia, bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memaparkan gagasannya mengenai transformasi ekonomi Indonesia yang sepenuhnya berlandaskan Pancasila. Menurut dia, terdapat empat prinsip utama yang harus menjadi pijakan, yakni religiusitas, perikemanusiaan, persatuan nasional, dan keadilan sosial.

Prabowo menegaskan kekayaan alam Indonesia tidak boleh diperlakukan semata sebagai komoditas yang bebas diperjualbelikan. Sumber daya alam, menurutnya, merupakan titipan yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat banyak.

“Kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ucapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka-angka statistik dan pertumbuhan ekonomi semata. Baginya, ukuran paling penting adalah meningkatnya kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok yang selama ini berada pada posisi paling rentan.

BACA JUGA:Prabowo Disebut Tomboki Biaya Lawatan ke Luar Negeri dari Kantong Pribadi, Tapi Angkanya Masih Misteri

Prabowo menilai ekonomi yang sesuai dengan nilai Pancasila harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan agar aktivitas ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan bagi kelompok tertentu, sementara sebagian besar masyarakat hanya menjadi penonton.

Menurutnya, ekonomi Pancasila juga harus mencerminkan sistem yang egaliter dan berwatak kerakyatan. Hal itu sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share
Seedbacklink affiliate

Berita Terkait