Anggaran Pasar Murah Monas Dipertanyakan, Celios Kritik Jawaban Teddy Pokoknya Ada
Celios kritik jawaban Seskab Teddy soal anggaran pasar murah Monas yang tak transparan, publik dinilai berhak tahu sumber dan penggunaan dana.-Foto: istimewa-
JAKARTA, PostingNews.id — Polemik anggaran pasar murah di Monumen Nasional belum juga reda. Alih-alih memberi penjelasan rinci, jawaban Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya justru memantik kritik.
Saat ditanya soal sumber dana kegiatan tersebut, Teddy hanya menjawab singkat. “Pokoknya ada, oke,” kata Teddy dalam jumpa pers di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2026.
Jawaban itu dinilai terlalu sederhana untuk urusan yang menyangkut penggunaan anggaran publik. Kritik datang dari Center of Economic and Law Studies melalui Direktur Keadilan Fiskal Media Askar Wahyudi.
Menurut Media, pejabat pemerintah semestinya tidak meremehkan pertanyaan soal anggaran. Ia menilai jawaban tersebut justru membuka tanda tanya besar.
BACA JUGA:Purbaya Dorong WFH Sehari, Klaim Tak Ganggu Ekonomi Nasional
“Itu berarti tidak jelas berapa anggarannya, posnya dari mana, siapa pelaksananya, coverage-nya berapa,” ujar Media saat dihubungi di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menegaskan, anggaran kegiatan seperti pasar murah wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. Publik berhak mengetahui sumber dana, apakah berasal dari APBN, APBD, atau dukungan BUMN dan swasta.
Tanpa transparansi, menurut dia, celah penyimpangan akan terbuka lebar. “Publik tidak bisa mengecek apakah ada mark up harga, biaya logistik fiktif atau pengadaan yang tidak wajar,” katanya.
Media juga menyinggung peran Teddy yang dinilai berbicara di luar kapasitas teknis. Ia menyebut bukan tidak mungkin sang sekretaris kabinet memang tidak memahami detail anggaran kegiatan tersebut.
“Sangat mungkin Teddy memang tidak paham sama sekali,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat menggelar pasar murah di kawasan Monas pada Sabtu, 28 Maret 2026 sore hingga malam. Kegiatan ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pelaksanaannya, Istana menyiapkan 100.000 kupon belanja sembako gratis senilai Rp500.000. Selain itu, tersedia 300.000 porsi makanan gratis yang melibatkan sekitar 800 pelaku UMKM.
Acara tersebut juga diramaikan dengan undian berhadiah, mulai dari 1.000 unit sepeda hingga 100 unit motor listrik, serta panggung hiburan yang menghadirkan grup musik Wali dan Bagindas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
