Kalang Kabut Sembunyi dari Kejaran AS, Kepala Presiden Venezuela Terbentur Pintu Baja hingga Cedera
Nicolas Maduro.--Foto: Reuters
JAKARTA, PostingNews.id - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, mengalami cedera di bagian kepala ketika terjadi upaya penggerebekan oleh pasukan Amerika Serikat di kompleks tempat tinggal mereka. Luka ini muncul saat keduanya mencoba menghindari sergapan dengan berlari dan bersembunyi di balik struktur bangunan.
Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat kepada sejumlah anggota parlemen di Washington pada Senin, 05 Januari 2026. Dalam penjelasan itu, hadir Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Jaksa Agung Pam Bondi, dan Direktur CIA John Ratcliffe.
Menurut sumber yang mengetahui briefing tersebut, Maduro dan istrinya terluka ketika kepala mereka terbentur pada struktur pintu baja yang rendah saat berusaha bersembunyi di dalam kompleks mereka. Kedua tokoh itu lari mencari perlindungan dan terpeleset saat mencoba menghindari kontak dengan pasukan yang memasuki lokasi operasi.
Cedera yang dialami terutama berupa benturan kepala, sementara kondisi lain seperti potensi cedera pada bagian rusuk juga disoroti. Para pejabat menyebut cedera kepala tersebut termasuk kategori luka ringan, namun masih memerlukan evaluasi medis lanjutan.
Pasukan AS, terutama unit elite yang dikenal sebagai Delta Force, akhirnya berhasil menangkap Maduro dan Flores setelah memasuki kompleks. Mereka kemudian mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi dari lokasi penggerebekan.
Beberapa anggota pasukan elite Amerika juga mengalami cedera, termasuk akibat tembakan yang mengenai mereka. Untungnya, kondisi cedera ini tidak mengancam jiwa dan diperkirakan akan pulih sepenuhnya.
Pada hari Senin berikutnya, Maduro dan istrinya muncul di hadapan pengadilan dengan kondisi luka-luka yang tampak. Dari keterangan pengacara yang disampaikan di hadapan hakim, disebutkan bahwa Flores mengalami cedera serius saat diculik pasukan AS.
“Selain itu, ada dugaan bahwa dia mungkin mengalami patah tulang atau memar parah pada rusuknya”, kata pengacara itu.
Permintaan medis resmi pun diajukan oleh pengacara Flores, termasuk pemeriksaan rontgen dan evaluasi fisik lengkap untuk mengetahui dampak cedera yang dialaminya ke depan.
Ketika sidang berlangsung, terlihat bahwa Flores sering terhuyung dan menundukkan kepala beberapa kali. Sementara itu, Maduro juga tampak kesulitan melakukan gerakan sederhana seperti duduk dan berdiri.
Sketsa dari ruang sidang memperlihatkan Flores dengan perban di kepala sebagai penanda langsung kondisi kesehatannya setelah operasi penangkapan.
Operasi penangkapan Maduro bukan tanpa kekerasan. Delta Force disebut terlibat pertempuran sengit dengan pasukan reaksi cepat dari Kuba yang ditempatkan di sekitar kompleks tempat tinggal Maduro. Sementara pasukan Amerika mengalami luka ringan, tidak ada angka pasti tentang jumlah warga Venezuela atau personel Kuba yang tewas atau terluka yang dapat dikonfirmasi secara independen.
Pemerintah Kuba menyatakan bahwa 32 petugas militer dan polisi mereka tewas, angka yang kemudian dinilai oleh pejabat AS kemungkinan lebih tinggi dari yang diakui pemerintah Kuba.
Wakil Kepala Staf Bidang Kebijakan pemerintahan Trump, Stephen Miller, mengatakan bahwa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News