Trump Butuh Berbulan-bulan Tumbangkan Maduro, Eksekusi Tengah Malam Cuma Berlangsung 2,5 Jam
Nicolas Maduro saat ditangkap militer AS.--Foto: Reuters
JAKARTA, PostingNews.id - Operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berlangsung singkat. Namun, jalan menuju momen itu ternyata dibangun dalam waktu panjang.
Dalam rentang dua jam 28 menit, Amerika Serikat menuntaskan aksi militer yang berujung pada penahanan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada 03 Januari 2026 dini hari.
Di balik durasi yang terbilang kilat, operasi tersebut merupakan hasil perencanaan berbulan-bulan. Media Inggris The Guardian melaporkan, operasi yang kemudian diketahui bernama "Operation Absolute Resolve" itu disiapkan melalui pengawasan intelijen intensif dan pengerahan kekuatan militer dalam skala besar.
Dampaknya terasa luas. Sekitar 30 juta warga Venezuela kini berada dalam situasi politik yang serba tidak pasti.
Keberhasilan Amerika Serikat tidak bisa dilepaskan dari peran sentral intelijen. Sejak awal Agustus 2025, badan intelijen AS memusatkan perhatian pada satu hal utama, yakni memetakan pola hidup Maduro secara detail.
BACA JUGA:Unggah Video Diputusin Pacar sambil Pamer Kartu Kredit, Awkarin Mau Dinikahi Pria Dubai
Central Intelligence Agency bekerja sama dengan berbagai lembaga intelijen lain untuk memahami rutinitas target dari hal paling besar hingga yang paling remeh.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menggambarkan misi tersebut sebagai upaya menyeluruh.
"Kami perlu mengetahui bagaimana ia bergerak, di mana ia tinggal, ke mana ia bepergian, apa yang ia makan, apa yang ia kenakan, bahkan hewan peliharaannya," ungkapnya.
Maduro selama ini dikenal sangat berhati-hati. Laporan The New York Times menyebutkan ia menggunakan enam hingga delapan lokasi berbeda untuk bermalam. Pola berpindah-pindah itu dirancang untuk mempersulit upaya penangkapan.
Kehadiran militer AS yang meningkat di kawasan Karibia sejak September 2025 membuat pengamanan Maduro makin ketat. Ia mengurangi kemunculan di ruang publik, memperkuat intelijen kontra, serta mengandalkan pengawal asal Kuba yang dianggap lebih loyal.
BACA JUGA:Pagi Dipuji, Besok Diancam, Trump Mainkan Tekanan ke Venezuela
Pengawal lokal bahkan dilaporkan dilarang membawa telepon seluler. Namun, semua langkah itu tetap bisa ditembus.
Pada Jumat malam 02 Januari 2026, intelijen AS menilai kondisi cuaca cukup ideal. Pada saat yang sama, mereka memastikan Maduro berada di sebuah kompleks di Fuerte Tiuna, pangkalan militer utama di Caracas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News