Ambisi Global Trump Menguat, Ini Daftar Negara yang Masuk Sasaran AS

Ambisi Global Trump Menguat, Ini Daftar Negara yang Masuk Sasaran AS

Donald Trump--Foto: Reuters

JAKARTA, PostingNews.id - Ambisi geopolitik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memantik perhatian internasional. Setelah pernyataannya terkait Venezuela, Trump meluaskan sorotan ke sejumlah negara lain yang dinilai memiliki arti penting bagi kepentingan Amerika Serikat.

 

Di hadapan wartawan, Trump menyampaikan rencana pengambilalihan Greenland.

"Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional," ujarnya.

Ia menilai, letak wilayah itu dan kekayaan alam yang dikandungnya membuat Greenland krusial bagi masa depan pertahanan Amerika Serikat.

 

Pernyataan tersebut membuka kembali daftar negara yang kerap muncul dalam retorika kebijakan luar negeri Trump.

Berikut sejumlah negara yang disebut-sebut masuk perhatian Trump.

BACA JUGA:Jejak Rapat Rahasia Elite Venezuela dan Nama Delcy Rodriguez dalam Tumbangnya Nicolas Maduro

 

1. Greenland

 

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dengan luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi. Wilayah ini berada di bawah Kerajaan Denmark dan terletak di Atlantik Utara, tidak jauh dari kawasan Kutub Utara. Trump beralasan, meningkatnya lalu lintas kapal Rusia dan Cina di sekitar wilayah itu menjadi ancaman bagi keamanan Amerika Serikat.

 

Amerika Serikat telah memiliki pangkalan militer di Greenland. Namun Trump menilai keberadaan tersebut belum memadai. Ia menginginkan kendali atas seluruh pulau. Selain alasan pertahanan, Greenland juga menyimpan cadangan mineral penting yang dibutuhkan untuk industri teknologi, mulai dari ponsel pintar hingga kendaraan listrik dan perlengkapan militer. Selama ini, produksi mineral tersebut masih didominasi oleh Cina.

 

Letak Greenland yang dekat dengan Kutub Utara dinilai semakin strategis seiring mencairnya es. Perubahan itu diperkirakan akan membuka jalur pelayaran baru dan memengaruhi jalur perdagangan global.

 

Pemerintah setempat menolak keras gagasan tersebut. Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menyebut wacana Trump tidak realistis.

"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk diskusi. Tetapi ini harus terjadi melalui saluran yang tepat dan dengan menghormati hukum internasional," ujarnya.

BACA JUGA:Nadiem Ngotot Tak Bersalah dalam Kasus Chromebook, Minta Hakim Bebaskan dan Pulihkan Nama Baiknya

 

2. Kolombia

 

Di kawasan Amerika Latin, perhatian Trump tertuju pada Kolombia. Ia pernah mengungkap keinginan untuk melancarkan operasi di negara tersebut dan menyebut rencana itu masuk akal.

"Kedengarannya bagus bagi saya," ucap Trump.

 

Pernyataan itu muncul dalam konteks produksi dan peredaran kokain yang sebagian besar mengalir ke pasar Amerika Serikat. Trump menilai Kolombia memiliki peran besar dalam persoalan tersebut.

 

Presiden Kolombia Gustavo Petro membantah tudingan itu. Ia menegaskan pemerintahnya aktif memerangi perdagangan narkoba dan telah melakukan penyitaan kokain terbesar dalam sejarah negara tersebut.

"Saya bukan pengedar narkoba. Satu-satunya aset saya adalah rumah keluarga yang masih saya bayar dengan gaji saya," tuturnya.

 

Meski demikian, data internasional menunjukkan bahwa produksi kokain di Kolombia masih berada pada tingkat tertinggi.

BACA JUGA:Maduro Sempat Lari Menuju Ruang Aman saat Diburu Militer AS

 

3. Kuba

 

Kuba juga menjadi sorotan Trump. Ia menyebut campur tangan militer Amerika Serikat tidak diperlukan karena kondisi internal negara itu dinilai sudah rapuh.

"Saya rasa kita tidak perlu tindakan apa pun. Sepertinya semuanya akan berjalan lancar," kata Trump.

"Saya tidak tahu apakah mereka akan bertahan, tetapi Kuba sekarang tidak memiliki pendapatan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait