Ambisi Global Trump Menguat, Ini Daftar Negara yang Masuk Sasaran AS
Donald Trump--Foto: Reuters
Trump menyebut Kuba selama ini bergantung pada dukungan ekonomi dari Venezuela. Pemerintah Amerika Serikat menilai situasi Kuba kian berat, terutama karena kedekatannya dengan Caracas dan sikapnya yang mengecam penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
4. Meksiko
Hubungan Amerika Serikat dengan Meksiko kembali menghangat. Trump berulang kali menuding pemerintah Meksiko tidak cukup tegas menghadapi kartel narkoba. Ia menyebut peredaran narkoba di negara tersebut sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
"Kita harus melakukan sesuatu," tuturnya.
Dalam sebuah wawancara telepon, Trump mengaku pernah menawarkan bantuan militer kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk memberantas kartel narkoba. Tawaran itu ditolak.
Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko tetap berpegang pada prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
"Meksiko menegaskan kembali prinsip yang bukan hal baru dan tidak menimbulkan ambiguitas," katanya.
"Kami secara tegas menolak campur tangan dalam urusan internal negara lain," tegasnya.
5. Iran
Di luar kawasan Amerika, Trump juga kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyinggung gelombang aksi protes anti-pemerintah yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
"Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat balasan yang sangat keras dari Amerika Serikat," kata Trump.
Trump menuduh pemerintah Iran telah menewaskan para pengunjuk rasa dan menyatakan bahwa Amerika Serikat siap bertindak. Sebuah kelompok hak asasi manusia memperkirakan sedikitnya 16 orang tewas dalam rangkaian protes tersebut.
Pada Desember 2025, Trump juga memperingatkan Iran agar tidak menghidupkan kembali program senjata nuklir dan pengembangan rudal jarak jauh. Setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump mengaku mendapat informasi bahwa Iran kembali menjalankan program tersebut.
"Saya mendengar bahwa Iran mencoba untuk membangun kembali program-programnya, dan jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka," ucap Trump.
Pernyataan itu dibalas oleh pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan asing dan menyebut bahwa musuh serta para perusuh harus diberi pelajaran.
Serangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang agresif dan menekan. Dari kawasan Arktik hingga Amerika Latin dan Timur Tengah, langkah-langkah itu memicu respons keras dari negara-negara yang merasa kedaulatannya berada dalam sorotan Washington.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News