Iklan Internal Kiriman Naskah

Ambang Batas DPR Jadi Rebutan Kursi, Partai Besar Ngotot Naikkan, yang Kecil Minta Nol

Ambang Batas DPR Jadi Rebutan Kursi, Partai Besar Ngotot Naikkan, yang Kecil Minta Nol

Perdebatan ambang batas DPR memanas, partai besar dorong kenaikan, partai kecil minta nol persen usai putusan MK hapus aturan lama.-Foto: ANTARA-

“Kalau tidak bisa 0 persen, maksimal 3 persen sudah cukup baik. Supaya suara tidak terbuang,” ujarnya.

Berbeda dengan itu, Partai Keadilan Sejahtera memilih bertahan di angka lama. Sekjen PKS Muhammad Kholid menilai 4 persen masih ideal. “4 persen seperti sebelumnya cukup baik dipertahankan,” katanya.

Sementara dua partai besar lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra belum menentukan sikap. Keduanya masih mengkaji.

Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut partainya masih melakukan simulasi internal.

“Partai Gerindra pada saat ini masih melakukan simulasi dan pengkajian tentunya kita tunggu hasil dari kajian partai,” ujarnya di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Di luar arena politik praktis, analis dari Centre for Strategic and International Studies Arya Fernandes mencoba memberi jalan tengah. Ia menyebut tidak ada angka baku untuk ambang batas, semuanya tergantung kebutuhan negara.

BACA JUGA:19 Ribu Sapi Sehari Buat MBG Bikin Heboh, BGN Ngaku Cuma Simulasi, Bukan Kebutuhan Nyata

“Itu tergantung pada kebutuhan domestiknya seperti apa,” kata Arya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ia mengusulkan ambang batas di kisaran 3,5 persen hingga 3 persen sebagai kompromi antara representasi dan efektivitas pemerintahan.

“Kalau sampai 7 persen, dampaknya representasi menurun. Tidak cukup bagus untuk negara majemuk,” ujarnya.

Perdebatan ini pada akhirnya bukan cuma soal angka. Ini soal siapa yang diuntungkan dan siapa yang disingkirkan. Di balik wacana penyederhanaan sistem politik, tersimpan kepentingan besar untuk mengamankan kursi kekuasaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share