Tak Singgung Kemerdekaan Palestina, Pidato Prabowo Tuai Catatan Dino

Tak Singgung Kemerdekaan Palestina, Pidato Prabowo Tuai Catatan Dino

Dino Patti Djalal menyoroti pidato Prabowo di KTT Dewan Perdamaian yang tak menyinggung solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian di Washington DC memantik catatan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Ia menilai ada satu pesan penting yang justru tidak terdengar di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni penegasan soal solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.

Dalam pernyataan yang ia unggah melalui akun media sosialnya pada Sabtu, 21 Februari 2026, Dino mengaku mencermati isi pidato para pemimpin negara yang hadir. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Maroko secara terbuka menyinggung solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Israel dan Palestina.

“Saya juga mencatat dan menyayangkan pidato Presiden Prabowo di KTT Board of Peace tidak menyebut Two State Solution atau Palestinian Statehood,” kata Dino.

Menurut Dino, sikap tersebut berbeda dengan garis diplomasi Indonesia yang selama ini konsisten menempatkan solusi dua negara sebagai prinsip utama dalam perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia berpendapat, Donald Trump seharusnya mendengar langsung penegasan itu dari Presiden Indonesia.

BACA JUGA:Kirim 8 Ribu Prajurit ke Gaza, Indonesia Dapat Kursi Wakil Komandan ISF

Dino mengungkapkan bahwa pesan mengenai solusi dua negara bukan sekadar wacana diplomasi, melainkan juga amanat dari berbagai organisasi masyarakat Islam dan kelompok yang bergerak di bidang politik luar negeri. Pesan itu disampaikan saat mereka bertemu dengan Presiden di Istana Negara sebelum keberangkatan ke forum internasional tersebut.

“Titipan itu adalah keanggotaan Indonesia di Board of Peace harus didedikasikan untuk mencapai kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Meski demikian, Dino tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan. Ia membuka kemungkinan bahwa keterbatasan waktu pidato membuat Prabowo tidak sempat menyampaikan seluruh posisi Indonesia secara lengkap.

Namun ia mengingatkan bahwa solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina semestinya selalu menjadi rujukan utama dalam setiap pidato Presiden maupun Menteri Luar Negeri di forum internasional yang membahas konflik tersebut. Ia juga mengingatkan potensi Dewan Perdamaian bergeser arah bila tidak dikawal secara politik dan diplomatik.

BACA JUGA:Data Konsumen Indonesia Bakal Ditransfer ke AS, Ini Isi Kesepakatan Tarif Resiprokal

“Kita tidak mau BoP disalahgunakan menjadi platform untuk membungkam aspirasi Palestina, karena kemungkinan itu cukup besar,” ujarnya.

Isi Pidato Prabowo di Forum Dewan Perdamaian

Dalam pidato resminya di forum tersebut, Prabowo memang lebih banyak berbicara mengenai pentingnya perdamaian, visi misi piagam Dewan Perdamaian, serta langkah konkret yang bisa dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyinggung soal gencatan senjata dan rencana pengiriman 8.000 pasukan Indonesia ke Gaza sebagai bagian dari misi kemanusiaan.

Isu solusi dua negara baru muncul saat Prabowo memberikan keterangan pers kepada media setelah pidato selesai. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Indonesia tetap memandang solusi dua negara sebagai jalan keluar paling realistis untuk menciptakan perdamaian jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait