FPI Ingatkan Pemerintah, TNI di Gaza Jangan Sampai Berkonfrontasi dengan Hamas

FPI Ingatkan Pemerintah, TNI di Gaza Jangan Sampai Berkonfrontasi dengan Hamas

FPI meminta pemerintah memastikan prajurit TNI yang dikirim ke Gaza tidak berhadapan langsung dengan Hamas dalam misi stabilisasi internasional.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Organisasi Front Persaudaraan Islam atau FPI mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam rencana pengiriman ribuan prajurit Tentara Nasional Indonesia ke Jalur Gaza, Palestina. Mereka meminta agar pasukan Indonesia yang nantinya berada di wilayah konflik tidak sampai berhadapan langsung dengan kelompok Hamas yang selama ini dikenal sebagai kekuatan militer yang mempertahankan Gaza.

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Majelis Syuro Dewan Pimpinan Pusat FPI Hanif Alatas setelah menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026. Hanif hadir mewakili Rizieq Syihab yang sebelumnya menerima undangan dari Presiden.

Menurut Hanif, FPI tidak ingin prajurit Indonesia justru terlibat dalam konfrontasi dengan pejuang Palestina. “Kami minta jangan sampai ada tentara Republik Indonesia diutus ke Gaza kemudian berhadapan langsung, konfrontasi dengan para pejuang di Hamas, itu kami enggak mau,” kata Hanif pada Kamis, 6 Maret 2026, malam.

Hanif menjelaskan FPI pada dasarnya tidak menolak rencana pengiriman personel militer ke Gaza. Organisasi itu bahkan menyatakan siap membantu apabila misi tersebut benar-benar ditujukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ia mengatakan FPI siap mengerahkan relawan bila pengiriman pasukan bertujuan mendukung perjuangan rakyat Palestina.

BACA JUGA:PBNU Minta Prabowo Jangan Keluar dari BoP Meski Banyak yang Mengkritik

“Kalau dikirim ke Gaza buat memerdekakan Palestina, kami dukung bahkan kami siap support relawan. Tapi kalau dikirim ke Gaza di bawah komando Amerika, lalu melucuti senjata para pejuang di Gaza, hingga akhirnya konfrontasi, ini yang kami enggak mau,” ujar Hanif.

Menurut dia, kekhawatiran muncul karena misi pengiriman pasukan tersebut berada dalam kerangka Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Amerika Serikat. Dalam pandangan FPI, skema tersebut bisa menimbulkan implikasi berbeda bagi posisi Indonesia di lapangan.

FPI Minta Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian

Dalam kesempatan yang sama, FPI juga meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace. Permintaan tersebut, kata Hanif, sudah disampaikan secara resmi kepada Presiden.

Ia menyebut surat berisi permintaan itu telah dititipkan kepada salah satu menteri untuk disampaikan kepada Prabowo.

“Kami sudah sampaikan surat, dititipkan melalui salah satu menteri beliau, dan kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP. Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan, tapi kami tidak percaya Amerika, tidak percaya dengan Israel,” kata Hanif.

BACA JUGA:FPI Minta Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Pemerintah Indonesia sebelumnya menyatakan komitmennya mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI ke Jalur Gaza melalui Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force. Jumlah personel yang disiapkan Indonesia disebut menjadi yang terbesar dibandingkan negara lain yang turut berpartisipasi dalam misi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait