Khamenei Tantang Trump, Iran Tegaskan AS Tak Akan Pernah Bisa Hancurkan Republik Islam
Khamenei--Foto: Istimewa.
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjatuhkan Republik Islam Iran tidak akan pernah berhasil.
Dalam pidato terbarunya, Khamenei menyinggung pernyataan Trump mengenai kegagalan Washington menggulingkan Iran selama puluhan tahun terakhir.
"Dalam salah satu pidatonya baru-baru ini, Presiden AS mengatakan bahwa selama 47 tahun, AS belum berhasil menghancurkan republik Islam," kata Khamenei dalam pidatonya, dikutip dari AFP, Selasa 17 Februari 2026.
"Saya katakan kepada Anda, Anda pun tidak akan berhasil," sambungnya.
Pernyataan tersebut muncul bertepatan dengan dimulainya putaran kedua dialog diplomatik antara Teheran dan Washington di Jenewa pada Selasa. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari perundingan awal Februari yang digelar setelah jalur negosiasi sebelumnya terhenti akibat perang Iran dan Israel tahun lalu.
BACA JUGA:Pigai Bantah Pemerintah Terlibat Teror Ketua BEM UGM, Polisi Diminta Usut Pelaku
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat mengirim gugus tempur kapal induk ke kawasan Teluk. Langkah itu disebut sebagai respons terhadap tindakan keras pemerintah Iran dalam menghadapi gelombang demonstrasi domestik.
Ancaman terhadap armada AS
Dalam pidato yang sama, Khamenei juga menyampaikan peringatan terkait kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut. Ia menyebut kapal perang AS berada dalam jangkauan kemampuan militer Iran.
"Kita terus-menerus mendengar bahwa mereka telah mengirimkan kapal perang ke arah Iran," ungkapnya.
"Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya lagi adalah senjata yang mampu menenggelamkannya," tambahnya.
Selain menyinggung aspek militer, Khamenei juga mempertanyakan efektivitas jalur diplomasi dengan Washington. Ia menilai pendekatan Amerika Serikat dalam perundingan cenderung menetapkan hasil sebelum negosiasi berlangsung.
BACA JUGA:Viral Klaim Tabung LPG Disiram Air Panas Bisa Dipakai Lagi, Pertamina Buka Suara
"Jika memang akan ada negosiasi, menentukan hasil negosiasi sebelumnya adalah sebuah kesalahan dan kegilaan," tambah Khamenei.
Sengketa program nuklir
Ketegangan kedua negara tidak lepas dari konflik yang lebih luas terkait program nuklir Iran. Selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025, Amerika Serikat sempat melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir utama Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News