Sesumbar Samakan Jokowi dengan Firaun, Cak Nun Disebut Punya Penyakit Hati oleh Kiai Ini: 'Ada Titik Kemunafikan'

Sesumbar Samakan Jokowi dengan Firaun, Cak Nun Disebut Punya Penyakit Hati oleh Kiai Ini: 'Ada Titik Kemunafikan'

Emha Ainun Najib alias Cak Nun.-Foto: Disway-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Budayawan Cak Nun memang telah menyampaikan permohonan maaf atas ucapan kontroversialnya yang menyamakan Presiden Jokowi dengan Firaun. Namun, hal itu ternyata tidak menghentikan gelombang kritik dari pihak-pihak yang kontra.

Kekinian, giliran pendakwah KH Muhammad Abbas Billy Buntet Cirebon atau akrab dikenal Gus Abbas yang menyampaikan respons tegas terhadap pernyataan Cak Nun itu.

Melalui YouTube Saung Annadwah Channel bertajuk "Klarifikasi Cerdas Gus Abbas tentang Cak Nun Sebut Jokowi Firaun", Gus Abbas menyayangkan pernyataan yang bernada menjelekan sesama umat keluar dari mulut Cak Nun.

BACA JUGA:Cak Nun Sebut Jokowi Firaun, 'Tersangka Penista Agama' Ini Mendadak Bela Presiden Jokowi: Jahat, Ini Keterlaluan!

Gus Abbas menilai, Cak Nun telah gagal memahami sosok Firaun hingga sesumbar menyamakannya dengan Jokowi. 

Sebab, kata Gus Abbas, Firaun adalah pemimpin kafir, sedang Jokowi adalah muslim. Jadi, menyamakan keduanya adalah kesalahan fatal yang dapat menimbulkan asumsi buruk dari rakyat.

"Dilihat dari tataran agama salah, menganalogikan Jokowi dengan firaun itu kesalahan fatal. Segi agama kan Jokowi muslim, firaun kafir. Itu melenceng. Itu bisa menimbulkan asumsi yang kurang bagus dan meracuni rakyat dalam hal berdemokrasi secara sehat. Kita boleh beda pendapat tapi tidak boleh menjelek-jelekkan apalagi mohon maaf memberi julukan yang tidak pantas. Itu sangat dilarang oleh agama," ujar Gus Abbas, dikutip Selasa, 24 Januari 2023.

Lebih lanjut, ia menerangkan jika seseorang memberikan julukan kepada orang yang dibenci termasuk golongan orang yang munafik.

BACA JUGA:Dulu Bilang Ogah Ketemu, Cak Nun Malah Keciduk Unjuk Keakraban Bareng Anies Baswedan: 'Ketemu Tukang Ngibul Buat Belajar Ilmu Ngibul'

"Kata Imam Jalaluddin Al Mahali siapa yang memberi julukan kepada orang yang dibenci itu termasuk orang yang di dalam hatinya ada titik kemunafikan," ucapnya.

"Saya tidak suka ada julukan ada cebong kadrun dan kampret, itu jangan. Allah saja memanggil kita dengan panggilan yang begitu baik dan indah, tapi kenapa kita memanggil sesama muslim dengan panggilan yang kurang baik. Itu jauh dari kebijaksanaan, dan jangan kalian tiru," imbuhnya.

Ia pun meminta kepada Cak Nun untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata.  

"Saya minta ke Cak Nun ajang maiyah jadi pembenahan moral dan akhlak. Jadi bagaimana? Cak Nun harus mengerti bagaimana tentang berakhlak, bagaimana tentang mengucap sesuatu, karena mohon maaf Cak Nun itu bukan ulama beliau budayawan," ujarnya. 

BACA JUGA:Seolah Luruskan Cak Nun, Wasekjen PA 212 Sebut Tak Pantas, Novel Bamukmin: Fir'aun Itu Cerdas, Bebas dari Hutang!

Sumber:

(edited)