Prabowo Temui Raksasa Investasi Global di Washington
Prabowo bertemu 12 CEO investasi global pengelola dana USD15 triliun di Washington untuk menawarkan stabilitas ekonomi dan peluang kerja sama.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam lawatan kerjanya di Washington D.C., Amerika Serikat. Mereka datang sebagai pengelola dana dengan total aset sekitar USD15 triliun atau setara Rp252.750 triliun.
Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam, lebih lama dari rencana awal. Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan diskusi berjalan intens sehingga waktu yang disiapkan tak terasa.
“Dari yang tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya sangat produktif,” kata Rosan dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Di hadapan para pengelola dana global itu, Prabowo memaparkan garis besar kebijakan ekonomi nasional. Ia menekankan upaya pemerintah memperkuat iklim investasi, menjaga stabilitas, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
BACA JUGA:Tak Singgung Kemerdekaan Palestina, Pidato Prabowo Tuai Catatan Dino
Setelah sesi bersama, pertemuan dilanjutkan secara empat mata antara Presiden dan masing-masing pimpinan perusahaan. Forum yang lebih kecil itu digunakan untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret.
Rosan menyebut para investor memberikan respons positif terhadap kehadiran Danantara. Lembaga investasi tersebut dinilai berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai proyek, baik di dalam negeri maupun di luar Indonesia.
“Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan kepercayaan juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” ujar Rosan.
Menghapus Citra Sleeping Giant
Dalam pertemuan itu, Rosan mengatakan Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin lagi dilihat sebagai raksasa yang tertidur. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa potensi ekonomi nasional bisa digerakkan bersama mitra global.
“Saatnya Indonesia bangkit, bergerak, dan memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global,” ucap Rosan menirukan pernyataan Presiden.
BACA JUGA:Mahkamah Agung AS Nyatakan Tarif Impor Trump Ilegal, Pemerintah Terancam Refund Rp 2.950 Triliun
Narasi tersebut sekaligus menjadi penegasan arah diplomasi ekonomi Indonesia yang tidak hanya mencari modal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi jangka panjang.
Pertemuan dengan para CEO investasi itu menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan Prabowo ke Washington D.C. pada Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News