Indonesia ke Gaza Tanpa Misi Lucuti Senjata, Ini Batasan Pasukan TNI

Indonesia ke Gaza Tanpa Misi Lucuti Senjata, Ini Batasan Pasukan TNI

Indonesia menegaskan pasukan TNI di Gaza hanya bertugas melindungi warga sipil tanpa misi pelucutan senjata atau operasi tempur ofensif.-Foto: Reuters-

JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah memastikan pasukan Indonesia yang akan bertugas di Jalur Gaza tidak akan menjalankan misi pelucutan senjata terhadap kelompok bersenjata Palestina. Sikap itu menjadi garis tegas yang disampaikan sejak awal keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia telah mengajukan batasan nasional atau national caveats kepada komando misi internasional tersebut. Batasan itu menegaskan bahwa prajurit TNI tidak akan terlibat dalam operasi militer yang bersifat ofensif.

“National caveats juga sudah kami sampaikan kepada ISF, bahwa kami tidak melakukan operasi militer,” kata Sugiono dalam keterangan pers daring pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut dia, mandat yang diemban pasukan Indonesia semata untuk perlindungan warga sipil. Tugas itu tidak mencakup upaya pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi wilayah Gaza yang hingga kini masih menjadi perdebatan di tingkat internasional.

BACA JUGA:Data Konsumen Indonesia Bakal Ditransfer ke AS, Ini Isi Kesepakatan Tarif Resiprokal

“Kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

Sugiono menegaskan prajurit Indonesia hanya diperbolehkan melakukan tindakan defensif apabila menghadapi ancaman langsung. Keterlibatan itu pun, kata dia, tidak terkait dengan kepentingan diplomatik terhadap negara tertentu.

ISF disebut sebagai mandat internasional yang berfokus pada stabilisasi kawasan dan perlindungan masyarakat sipil di tengah situasi konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Di level politik, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan komitmen mengirim 8.000 personel TNI ke Gaza. Jumlah itu diperkirakan menjadi kontribusi terbesar dari satu negara dalam komposisi sekitar 20.000 pasukan yang tergabung dalam misi internasional tersebut.

BACA JUGA:Viral Konten Spill Skincare, Pengakuan Tasya Farasya Ungkap Sisi Lain di Baliknya

Rencana pengerahan pasukan ISF sebelumnya mengemuka dalam rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat. Forum itu dihadiri para pemimpin negara anggota, termasuk Prabowo.

Tekanan Demiliterisasi dalam Agenda Rekonstruksi

Di sisi lain, gagasan pelucutan senjata di Gaza masih menjadi salah satu prasyarat yang didorong sebagian aktor internasional. Direktur Jenderal Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov menyebut rekonstruksi wilayah tersebut tidak akan berjalan tanpa demiliterisasi total.

“Tidak ada pilihan lain kecuali demiliterisasi penuh dan pelucutan semua senjata di Gaza agar rekonstruksi dapat dimulai dan masyarakat Palestina dapat memiliki cara hidup baru ke depan,” kata Mladenov.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share