Kirim 8 Ribu Prajurit ke Gaza, Indonesia Dapat Kursi Wakil Komandan ISF

Kirim 8 Ribu Prajurit ke Gaza, Indonesia Dapat Kursi Wakil Komandan ISF

Indonesia mengirim 8 ribu prajurit ke Gaza dan dipercaya menjadi wakil komandan operasi ISF di tengah agenda demiliterisasi dan penolakan Hamas.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Keputusan Indonesia menempati posisi wakil komandan dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Jalur Gaza memunculkan pertanyaan tentang peran yang ingin dimainkan Jakarta di tengah pusaran konflik Palestina. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut penunjukan itu bukan sekadar simbolik, melainkan terkait langsung dengan besarnya kontribusi pasukan yang dikirim serta rekam jejak panjang Indonesia dalam misi penjaga perdamaian.

Indonesia berkomitmen mengirimkan 8 ribu prajurit ke Gaza, jumlah terbesar dibanding negara lain yang terlibat dalam misi tersebut. Dalam praktik operasi gabungan internasional, negara dengan kontribusi pasukan terbanyak biasanya memegang posisi komandan. Namun untuk misi kali ini, posisi puncak tetap dipegang Amerika Serikat.

Sugiono mengatakan Indonesia kemudian dipercaya mengisi salah satu dari tiga kursi wakil komandan, khususnya untuk bidang operasi.

“Karena pasukan Indonesia juga merupakan yang terbanyak di sana, maka deputy commander for operations ini juga merupakan sesuatu yang, ya penghormatan dan penghargaan lah terhadap track record Indonesia,” ujar Sugiono dalam keterangan pers daring, Sabtu, 21 Februari 2026.

BACA JUGA:Ibunda Bongkar Dugaan Okin Tinggal Serumah dengan Kekasih, Publik Justru Balik Menyerang

Menurut dia, reputasi prajurit Indonesia di berbagai misi penjaga perdamaian menjadi faktor penting yang memperkuat kepercayaan tersebut. Nama Indonesia selama ini cukup dikenal dalam operasi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama dalam hal disiplin pasukan dan pendekatan kemanusiaan di lapangan.

“Reputasi prajurit-prajurit Indonesia di berbagai medan penjagaan perdamaian,” kata Sugiono.

Posisi wakil komandan itu, lanjut dia, memberi ruang lebih luas bagi Indonesia untuk memastikan misi yang dijalankan sejalan dengan tujuan membantu rakyat Palestina. “Saya kira kedudukan ini juga akan bisa memfasilitasi apa yang menjadi tujuan dan niatan kita mengirimkan pasukan di ISF,” ucapnya.

Dari Washington ke Gaza

Rencana pengiriman pasukan gabungan tersebut pertama kali diumumkan dalam rapat perdana Dewan Perdamaian di Washington DC. Forum itu dihadiri para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Ketua Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Ali Shaath.

Direktur Jenderal Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza sangat bergantung pada pelucutan senjata. Menurut dia, proses pembangunan kembali tidak akan berjalan tanpa perubahan mendasar pada kondisi keamanan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Balita Italia Kritis Usai Transplantasi Jantung, Diduga Organ Rusak saat Pengiriman

“Tidak ada pilihan lain kecuali demiliterisasi penuh dan pelucutan semua senjata di Gaza agar rekonstruksi dapat dimulai dan masyarakat Palestina dapat memiliki cara hidup baru ke depannya,” kata Mladenov.

Pernyataan itu menunjukkan arah kebijakan yang diinginkan oleh Dewan Perdamaian. Rekonstruksi ditempatkan satu paket dengan agenda demiliterisasi, sesuatu yang sejak awal menjadi perdebatan keras di kalangan kelompok Palestina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait