Prabowo Marah Besar Usai IHSG Terjun Bebas, 5 Petinggi Pasar Modal Langsung Mundur

Prabowo Marah Besar Usai IHSG Terjun Bebas, 5 Petinggi Pasar Modal Langsung Mundur

Amarah Prabowo usai IHSG anjlok.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto dilaporkan bereaksi keras setelah Morgan Stanley Capital International atau MSCI melayangkan peringatan terkait transparansi pasar modal Indonesia. Peringatan itu memicu gejolak di lantai bursa dan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan ke zona merah dalam beberapa hari perdagangan.

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa isu tersebut menjadi pembahasan serius di lingkaran pemerintahan. Sejumlah pejabat di otoritas pasar modal disebut diminta mundur. Langkah itu dikaitkan dengan sorotan atas minimnya keterbukaan di lembaga pengawas pasar.

"Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi," ujar Hashim dalam ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Menurut Hashim, kemarahan Presiden tidak semata soal teknis pengawasan pasar. Ia menyinggung dimensi yang lebih luas, yakni citra Indonesia di mata global. Peringatan dari MSCI dinilai berpotensi menggerus martabat negara di hadapan investor internasional.

"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," katanya.

BACA JUGA:Jalan Rusak Makan Korban, Menteri hingga Wali Kota Terancam 5 Tahun Penjara

Dalam beberapa hari setelah peringatan itu mencuat, IHSG tercatat melemah tajam. Tekanan jual meningkat. Investor ritel ikut terdampak. Banyak di antara mereka menanggung kerugian akibat volatilitas yang terjadi mendadak.

Hashim menilai situasi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia menyinggung reputasi Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia yang turut menjadi sorotan. Kredibilitas lembaga pengawas dan penyelenggara bursa dipertaruhkan ketika kepercayaan publik terganggu.

"Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting," ucapnya.

Gelombang pengunduran diri terjadi pada Jumat 30 Januari. Empat pejabat OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyatakan mundur. Keputusan itu disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG pada perdagangan Rabu dan Kamis, 28 hingga 29 Januari.

Mereka yang mundur antara lain:

  1. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara
  2. Kepala Dewan Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi
  3. Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, I.B Aditya Jayaantara
  4. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman

BACA JUGA:6 Kepala Dinas Angkat Kaki dari Pemprov Sumut, Apa yang Terjadi di Lingkaran Kekuasaan Bobby Nasution?

Peringatan MSCI menjadi titik krusial dalam dinamika ini. Lembaga tersebut selama ini menjadi rujukan investor global dalam menilai kualitas dan klasifikasi pasar suatu negara. Ketika isu transparansi mengemuka, sentimen pasar bergerak cepat. Modal asing sensitif terhadap risiko tata kelola.

Pemerintah kini dihadapkan pada tugas memulihkan kepercayaan. Stabilitas pasar modal bukan hanya soal angka di papan perdagangan. Ia menyangkut persepsi atas integritas sistem keuangan. Dalam konteks itu, respons politik dan kelembagaan menjadi penentu arah berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share