Ya Tuhan! 8 Karyawan PT PTT 'Dihabisi' Kelompok KKB Saat Tidur Lelap, 1 Korban Selamat dan CCTV Ungkap Kronologinya...

Ya Tuhan! 8 Karyawan PT PTT 'Dihabisi' Kelompok KKB Saat Tidur Lelap, 1 Korban Selamat dan CCTV Ungkap Kronologinya...

Ya Tuhan! 8 Karyawan PT PTT Dihabisi KBB Saat Tidur Lelap, Begini Cerita Korban Selamat...--Istimewa

BACA JUGA:Astagfirullah! Gus Yaqut Diisukan Minta Masyarakat Indonesia Hormati Kaum LGBT, Begini Jawaban Kemenag...

BACA JUGA:Firli Bahuri Bicara Peran Besar Aktivis 98 dalam Pemberantasan Korupsi, Noel: Terima Kasih atas Apresiasi KPK

Delapan korban tersebut ialah Bona Simanulang, Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaludin, Sharil Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Bebei Tabuni, dan Ibo.

“Rekan-rekan personel yang ada di Beoga ikut melakukan pengamanan sepanjang rute dan jalur, yang nantinya diperkirakan menjadi rute untuk mengevakuasi para korban (meninggal), jika skenario proses evakuasi melalui jalur darat atau tidak bisa ditempuh melalui udara,” katanya.

Penyerangan tersebut dilakukan oleh gerombolan KKB yang langsung masuk ke kamp, dengan membawa senjata tajam seperti parang, kapak, bahkan senjata api.

+++++

KKB tersebut membunuh delapan karyawan PTT yang sedang tertidur lelap di kamp.

BACA JUGA:Nah Lo! Ada di Nomor 2 Daftar Penceramah Intoleran dan Radikal, Ustaz Felix Tanggapi Santai: Kapan Aku Bisa Jadi Number Wan ya?

BACA JUGA:Pasca Demo Jamaah 212, Guntur Romli Malah Kritisi Tata Cara Salat Mereka, Gegara Lakukan Hal Berbeda dari Biasannya, Cuma Gimmick?

Evakuasi terhadap delapan korban meninggal dunia tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami menginginkan sesegera mungkin untuk melakukan evakuasi terhadap para korban, tentu dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk cuaca, kemudian bagaimana mekanisme evakuasinya.

Berdasarkan keterangan korban yang selamat, rekan-rekannya yang sudah meninggal dikumpulkan di satu tempat oleh KKB,” jelasnya.

Untuk mengevakuasi korban meninggal itu, Tim Operasi Damai Cartenz 2022 akan dibantu oleh armada Helicopter Caracal yang disediakan Kodam XVII/Cenderawasih.

Dengan berbagai pertimbangan, helikopter itu mungkin tidak bisa mendarat di lokasi di mana jenazah para korban berada.

“Kami akan menentukan skenario yang lebih aman untuk bisa mengevakuasi para korban,” pungkas Firman.

 

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber