Terpaksa! Prabowo Batalkan Kunjungan Parade Militer ke China Demi Beberes Negeri: Buntut dari Demo di Beberapa Wilayah?

Prabowo Subianto Presiden Indonesia 1200-Sekretariat Negara-
POSTINGNEWS.ID --- Presiden Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk menunda keberangkatan ke China meski sudah dijadwalkan menghadiri parade militer awal September mendatang.
Undangan resmi dari pemerintah Tiongkok tersebut semula menjadi salah satu agenda penting dalam lawatan internasionalnya, namun kondisi dalam negeri yang tengah memanas membuat Prabowo mengambil langkah berbeda.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa selain undangan dari Beijing, Presiden Prabowo juga menerima panggilan untuk hadir dalam Sidang Umum PBB di New York pada bulan yang sama.
"Berkenaan dengan adanya undangan dari pemerintah Tiongkok kepada Presiden Prabowo Subianto, yang pertama-tama dapat kami sampaikan bahwa pada bulan September ada beberapa undangan dari beberapa pihak yang mengundang Bapak Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri sidang tahunan PBB di New York," sebut Pras.
Pertimbangan kehadiran di forum dunia itu disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Presiden menimbang ulang jadwal kunjungan ke China.
"Yang ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok," sambungnya.
Namun alasan utama pembatalan kunjungan adalah kondisi dalam negeri yang saat ini penuh dinamika.
Presiden, kata Pras, memilih untuk tetap berada di Indonesia demi mengawasi situasi dan mencari jalan keluar terbaik bagi bangsa.
"Yang kedua tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung, beliau juga ingin terus memonitor secara langsung, kemudian beliau ingin memimpin secara langsung dan mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik," katanya.
Dengan begitu, kunjungan kerja Prabowo ke China resmi dibatalkan.
Keputusan tersebut disampaikan dengan penuh kerendahan hati kepada pihak Tiongkok.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News