Awas! Gas Air Mata yang Ditembakkan Saat Demo DPR dan Terhirup, Ternyata Dampaknya Separah Ini ke Paru-Paru, Jangan Anggap Enteng Sob!

Awas! Gas Air Mata yang Ditembakkan Saat Demo DPR dan Terhirup, Ternyata Dampaknya Separah Ini ke Paru-Paru, Jangan Anggap Enteng Sob!

Gas air mata 1200-Halodoc-

POSTINGNEWS.ID --- Gelombang aksi protes kembali melanda Jakarta pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 sebagai bentuk respons atas tragedi yang menimpa pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob pada hari Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Kerumunan massa yang berkumpul di beberapa titik ibu kota memicu kondisi mencekam, terlebih sisa gas air mata dari kericuhan sebelumnya masih menyelimuti udara di sekitar lokasi. 

Gas air mata digunakan aparat untuk membubarkan massa, namun dampaknya tidak hanya dirasakan sesaat, melainkan juga menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi masyarakat yang terpapar.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, memberikan perhatian khusus terkait bahaya gas air mata bila terhirup. 

BACA JUGA:Iseng-Iseng Dapat Cuan! Nih, 3 Aplikasi Penghasil Uang yang Dijamin Cair, Tanpa Undang Teman!

Ia menjelaskan bahwa zat kimia yang terkandung dalam gas tersebut cukup beragam, mulai dari chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), hingga dibenzoxazepine (CR). 

Semua bahan ini dikenal dapat memicu iritasi pada kulit, mata, paru-paru, dan saluran pernapasan.

Masyarakat yang terpapar bisa mengalami gejala seperti dada terasa berat, batuk, sesak napas, hingga tenggorokan seolah tercekik. 

Beberapa kasus juga menimbulkan keluhan bising, mengi, serta rasa sesak yang cukup mengganggu aktivitas. 

BACA JUGA:Luar Biasa! 5 Film Marvel ini Penghasil Keuntungan Terbesar, Wajib Banget Kamu Tonton

Lebih jauh lagi, dalam kondisi tertentu paparan gas air mata dapat mengakibatkan gawat napas atau respiratory distress yang berpotensi mengancam nyawa.

"Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas," kata Prof Tjandra pernah menjabat menjadi Direktur Jenderal WHO Asia Tenggara.

Efek gas air mata tidak hanya menyerang saluran pernapasan. 

Reaksi lain yang bisa muncul adalah sensasi terbakar di mata, hidung, dan mulut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News