Banner Internal

Anggota DPR Minta Kiai Cabul di Pati Dihukum Berat, Mediasi Damai Jangan Jadi Tameng

Anggota DPR Minta Kiai Cabul di Pati Dihukum Berat, Mediasi Damai Jangan Jadi Tameng

Anggota DPR minta pelaku kekerasan seksual santriwati di Pati dihukum berat dan menolak penyelesaian damai internal pesantren.-Foto: Kompas.-

“Lembaga tidak boleh langsung digeneralisasi, tapi wajib dievaluasi total. Ponpes adalah institusi pendidikan yang memiliki peran besar dan tidak boleh dihukum secara serampangan karena ulah individu,” kata dia.

Maman juga mendorong adanya audit menyeluruh terhadap sistem perlindungan santri. Menurutnya, negara harus benar-benar hadir, bukan cuma muncul saat kasus viral lalu menghilang lagi setelah timeline sepi.

“Audit menyeluruh terhadap sistem pengasuhan di pesantren. Standar perlindungan anak wajib diterapkan di semua lembaga pendidikan keagamaan, termasuk harus disediakannya kanal pengaduan yang aman bagi santri dan santriwati,” ujarnya.

BACA JUGA:Program Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Barat Dibuka, 11 Sekolah Siap Tampung Siswa Tanpa Biaya, Ini Daftar dan Cara Ikutnya!

Pada akhirnya, kasus di Pati ini bukan sekadar soal satu kiai cabul yang tertangkap. Ini tentang bagaimana institusi pendidikan agama diuji. Mau benar-benar berbenah, atau tetap sibuk menjaga citra sambil berharap publik cepat lupa.

“Sekkaligus memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi para santri. Kita juga butuh pendidikan kesadaran seksual berbasis akhlak dan transparansi tata kelola lembaga pendidikan agama,” kata Maman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share