Banner Internal

Rp100 Triliun Digelontorkan buat Sumatera, Rakyat Nunggu Rumah Jadi, Pemerintah Sibuk Bikin Timeline

Rp100 Triliun Digelontorkan buat Sumatera, Rakyat Nunggu Rumah Jadi, Pemerintah Sibuk Bikin Timeline

Pemerintah siapkan Rp100,16 triliun untuk pemulihan bencana Sumatera, target selesai tiga tahun dengan evaluasi rutin DPR-Foto: Puspen Kemendagri-

JAKARTA, PostingNews.id — Pemerintah resmi menyiapkan duit jumbo untuk memulihkan wilayah Sumatera yang porak-poranda akibat bencana. Nilainya bukan main, tembus Rp100,16 triliun. Angka yang kalau ditulis nolnya bisa bikin mata capek ngitung.

Tapi seperti biasa, setelah angka besar diumumkan, pertanyaan berikutnya selalu sama. Duitnya cepat turun atau cuma cepat diumumkan?

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bilang rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

Target itu mencakup pembangunan infrastruktur sampai hunian tetap untuk warga terdampak bencana.

“Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad. Alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun,” kata Tito usai rapat koordinasi di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

BACA JUGA:UTBK 2026 Dibobol Joki dan Akal Bulus, Calon Mahasiswa Curang Malah Kena Blacklist Seumur Mimpi

Kalau dirinci, duit Rp100 triliun lebih itu bakal dicicil selama tiga tahun. Pemerintah mengalokasikan Rp38,9 triliun pada 2026, lalu Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028.

“Totalnya lebih kurang Rp100,1 triliun. Nah, inilah kira-kira anggarannya, dan itu sudah dibagi-bagi kementerian atau lembaga,” ujar Tito.

Porsi paling besar ternyata jatuh ke pembangunan infrastruktur lewat Kementerian Pekerjaan Umum. Nilainya mencapai sekitar Rp69 triliun selama tiga tahun. Untuk tahun ini saja, anggarannya sekitar Rp22 triliun.

“Itu lebih kurang totalnya Rp69 triliun selama tiga tahun. Pada tahun ini Rp22 triliun,” ucap Tito.

Sementara urusan hunian tetap atau rumah permanen warga terdampak bencana mendapat jatah Rp7,4 triliun melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pemerintah menargetkan proyek rumah itu paling lambat selesai pada 2027.

BACA JUGA:SNBT 2026 Habis-Habisan, 615 Ribu Peserta Tumbang, Kampus Negeri Lagi-lagi Jadi Arena Gugur Massal

“Kalau huntap kami targetkan paling lambat 2027,” kata Tito.

Di atas kertas, semuanya tampak rapi. Anggaran ada, kementerian sudah kebagian porsi, target waktu juga sudah dipasang. Bahkan Kementerian Keuangan disebut siap menyiapkan dana Rp38 triliun untuk 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share