Program MBG Jadi Ladang Bancakan, ICW Bongkar Dugaan Markup dan Main Mata Elite
ICW temukan dugaan markup dan permainan elite dalam program makan gratis, dari anggaran hingga pengadaan dinilai bermasalah.-Foto: Antara-
Ada juga pola pembentukan koperasi yang berfungsi sebagai vendor tunggal. Sekilas terlihat rapi, tapi praktiknya justru mempersempit persaingan dan membuka ruang monopoli.
Dokumen kerja sama pun tak kalah minimalis. Nota kesepahaman antara penyelenggara dan sekolah penerima manfaat hanya berisi persetujuan menerima program. Detail penting seperti bahan baku, harga, sampai pembagian tanggung jawab justru kabur.
Tak berhenti di situ, ICW juga menemukan indikasi pengadaan fiktif. Ada fasilitas yang hanya dibuat sekadar memenuhi syarat administratif, tapi tak benar-benar digunakan.
Yang bikin dahi makin berkerut, ada dugaan keterlibatan pihak berpengaruh dalam rantai pasok. Mulai dari aparat, aktor politik, sampai tokoh agama disebut ikut bermain.
BACA JUGA:Skincare Mahal Jadi Sia-sia? Ini 5 Dampak Buruk Begadang yang Bikin Wajah Cepat Tua!
“Ini menunjukkan adanya potensi konflik kepentingan dan intervensi dalam proses pengadaan,” ujar Rofi’.
Rangkaian temuan ini menunjukkan satu hal yang cukup gamblang. Program yang niat awalnya mulia bisa melenceng kalau tata kelolanya longgar. Transparansi tipis, akuntabilitas lemah, sisanya tinggal soal waktu sebelum program ini benar-benar meleset dari sasaran.
Sementara itu, pihak pemerintah belum banyak bicara. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Wakilnya Nanik Sudaryati Deyang belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
