Prabowo Buka Opsi Keluar dari Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo membuka opsi Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian jika dinilai lebih merugikan warga Gaza dan Palestina.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
Dari unsur pemerintah, Abraham mengatakan pertemuan dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Turut hadir pula Mayjen TNI purnawirawan Zacky Anwar Makarim.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menepis anggapan bahwa pertemuan itu melibatkan tokoh oposisi. Menurut dia, Presiden justru ingin membuka ruang dialog seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat. “Enggak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,” kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Sikap Prabowo yang membuka opsi keluar dari Board of Peace sekaligus berdialog dengan berbagai kalangan menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengambil posisi di tengah konflik global. Pemerintah tampaknya ingin memastikan setiap langkah diplomasi tidak menjauh dari sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten membela Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News