Tahun Baruan di Tapsel, Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha yang Melanggar Hukum

Tahun Baruan di Tapsel, Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha yang Melanggar Hukum

Sambut 2026 di Tapanuli Selatan, Prabowo menegaskan negara tak akan ragu mencabut izin usaha perusahaan yang melanggar hukum.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-

JAKARTA, PostingNews.id — Malam pergantian tahun di Tapanuli Selatan tidak diisi pesta kembang api atau pidato seremonial di gedung megah. Presiden Prabowo Subianto justru memilih berdiri di tengah para pengungsi. Udara malam Sumatera Utara dingin dan lembap. Di hadapan warga yang masih berjuang memulihkan hidup, Prabowo mengirim pesan yang bunyinya keras dan tidak berputar-putar.

Ia menegaskan negara tidak akan lagi memberi toleransi kepada perusahaan yang membandel. Siapa pun yang melanggar hukum dan Undang-Undang akan berhadapan langsung dengan konsekuensi paling berat. Izin usaha, kata Prabowo, bukan hak abadi yang kebal dari penertiban.

“Kita akan bertindak tegas semua perusahaan, semua pihak yang melanggar akan kita tertibkan semuanya. Yang tidak patuh kepada hukum dan Undang-Undang akan kita cabut izinnya semuanya,” kata Prabowo menjelang pergantian tahun, Rabu, 31 Desember 2025.

Ucapan itu bukan sekadar penutup tahun. Di hadapan para pengungsi, Prabowo menegaskan bahwa sikap tegas ini justru akan menjadi nada dasar di tahun yang baru. Negara, menurutnya, tidak boleh ragu ketika kepentingan rakyat dipertaruhkan.

BACA JUGA:Gerindra Bela Pilkada via DPRD, Katanya Bukan Mundur Demokrasi, tapi Biar Tak Mahal dan Ribet

“Kita di tahun depan ini tidak akan ragu-ragu bertindak melindungi kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan kepentingan rakyat kita,” ucapnya.

Bagi Prabowo, ketegasan hukum tidak berdiri sendiri. Ia menyambungkannya dengan tujuan yang lebih besar, yakni memperbaiki kehidupan rakyat secara nyata. Seluruh strategi pemerintahannya, kata dia, bermuara pada satu hal, membuat hidup rakyat lebih layak dan masa depan anak-anak lebih terjamin.

Ia menyebut kebangkitan ekonomi sebagai target utama. Lapangan pekerjaan harus bertambah agar keluarga bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Pada saat yang sama, negara tidak boleh abai pada kebutuhan paling dasar generasi penerus.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu penopang ambisi itu. Prabowo tidak menutup mata bahwa pelaksanaannya belum menjangkau semua anak. Di hadapan warga, ia memilih bersikap terbuka.

BACA JUGA:Skandal Besar Ramadan Sobhi, Mantan Bintang Liga Inggris yang Kini di Jeruji Penjara!

“Kita ingin semua anak-anak kita bisa dapat makan bergizi, saya minta maaf kalau belum semuanya. Saya minta maaf, kita akan bekerja lebih cepat lagi,” jelas Prabowo.

Bagi Prabowo, soal makan anak bukan perkara kecil. Ia memandangnya sebagai fondasi masa depan bangsa. Anak-anak yang cukup gizi, menurutnya, akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman.

“Anak-anak harus makan yang baik supaya tumbuh sehat, kuat, pintar nanti bisa menjadi masa depan bangsa Indonesia yang hebat,” tandas Prabowo.

Di malam tahun baru itu, pesan yang disampaikan Prabowo mengalir dari satu titik ke titik lain. Dari ketegasan mencabut izin perusahaan bandel, hingga komitmen memberi makan bergizi bagi anak-anak. Dari penegakan hukum, menuju janji perlindungan rakyat. Semua disampaikan tanpa panggung mewah, di tengah warga yang sedang berjuang bangkit, seolah menjadi pengingat bahwa arah kekuasaan, menurutnya, harus selalu kembali ke bawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait