Apa Itu Lavender Marriage? Tren Nikah 'Tameng' yang Lagi Viral, Kok Bisa?
Fenomena lavender marriage di kalangan masyarakat-ISTIMEWA (AI)-
POSTINGNEWS.ID --- Pernah nggak sih lo denger istilah Lavender Marriage? Kalau lo lagi asik scrolling medsos dan nemu diskusi soal pernikahan yang kelihatan "sempurna" tapi aslinya cuma buat nutupin identitas, nah itu dia pembahasannya. Di zaman yang katanya sudah modern ini, ternyata fenomena nikah sebagai "tameng" masih jadi realita pahit buat sebagian orang.
Tapi, apa sih sebenernya yang bikin orang milih buat hidup dalam kepura-puraan? Yuk, kita bedah bareng-bareng biar lo nggak gagal paham dan makin aware sama isu kesehatan mental satu ini!
Bukan Soal Cinta, Tapi Soal "Aman"
Singkatnya, Lavender Marriage adalah pernikahan antara laki-laki dan perempuan di mana salah satu atau keduanya punya orientasi seksual non-heteroseksual. Jadi, mereka nikah bukan karena ada percikan asmara atau pengen bangun keluarga bahagia selamanya kayak di film Disney, tapi lebih ke arah strategi buat menyembunyikan identitas seksual mereka dari publik atau keluarga.
BACA JUGA:Sosok Bobby yang Paksa Aurelie Moeremans Nikah Umur 18 Tahun
Kenapa Masih Terjadi di Tahun 2026?
Mungkin lo mikir, "Hari gini masih zaman?" Faktanya, tekanan sosial itu nyata, Guys. Ada beberapa alasan klasik yang bikin praktik ini tetep eksis:
Ekspektasi Keluarga: Pertanyaan "Kapan nikah?" dari om-tante pas Lebaran itu bisa jadi beban mental yang berat banget. Demi menjaga nama baik keluarga, banyak yang akhirnya milih jalur cepat dengan nikah formalitas.
Stigma & Diskriminasi: Rasa takut dikucilkan atau kehilangan pekerjaan masih jadi momok. Di beberapa lingkungan, jadi "berbeda" itu masih dianggap tabu banget.
Faktor Religi: Banyak yang merasa terjepit antara keyakinan pribadi dan identitas diri, sehingga memilih jalan tengah yang terlihat "aman" di mata agama dan lingkungan.
BACA JUGA:Jelang Nikah dengan Na Daehoon, Jule Kepergok Masih Incar Jefri Nicol
Sejarah Singkat: Warisan Hollywood Lama
Istilah ini sebenernya udah ada sejak awal abad ke-20 di Hollywood. Dulu, artis-artis gede harus punya citra "lurus" biar kariernya nggak hancur. Mereka dipaksa nikah sama studio film cuma buat jaga image di depan fans. Jadi, ini sebenernya strategi public relations yang dibawa ke ranah pribadi.
BACA JUGA:Beda Dari yang Lain, Pernikahan Viral Souvenirnya Bumbu Dapur dan Sayuran Fresh
Dampaknya Nggak Main-Main: Kena Mental!
Menjalani hidup yang nggak autentik itu capek banget, lho. Ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu kesehatan mental.
Stres & Cemas: Bayangin lo harus akting 24 jam sehari di depan pasangan atau mertua. Capek, kan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News