CORENG SEPAK BOLA! Fadly Alberto Hengga Dicoret dari Timnas U19 Usai Aksi 'Tendangan Kungfu' di EPA U20
Fadly Alberto Hengga meminta maaf usai melakukan aksi kontroversial-@albrtoo_10-Instagram
POSTINGNEWS.ID --- Miris banget ya, Sob. Dunia sepak bola tanah air kembali berduka. Bukan karena kekalahan, melainkan karena aksi tidak sportif yang mencoreng sportivitas. Laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Bhayangkara FC vs Dewa United Banten di Stadion Citarum pada Minggu (19/4) lalu berakhir ricuh.
Puncak kerusuhan terjadi saat gol kemenangan Dewa United (skor akhir 2-1) dianggap offside oleh kubu Bhayangkara FC. Namun, yang jadi sorotan utama bukanlah skornya, melainkan aksi brutal Fadly Alberto Hengga. Pemain yang sempat jadi andalan Timnas U17 tahun 2025 ini tertangkap kamera melakukan "tendangan kungfu" ke arah punggawa Dewa United, Rakha Nurkholis.
BACA JUGA:Bejat! Wasit Sepak Bola Nasional Jual Istri, Dipaksa Layani Pria Lain hingga Alami Kekerasan Seksual
Permohonan Maaf dan Penyesalan Sang Pemain
Video amatir insiden tersebut langsung viral dan memicu kecaman netizen. Menyadari tindakannya sudah sangat keterlaluan, Fadly Alberto akhirnya muncul di media sosial untuk memberikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka.
"Saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya... perbuatan saya mencoreng nama baik Tim Nasional Indonesia. Saya siap menerima sanksi yang setimpal," tutur Alberto lewat unggahan di Instagram pribadinya. Ia secara khusus meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, manajemen Bhayangkara FC, hingga seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang ia ciptakan.
BACA JUGA:Netflix Games Gandeng FIFA, Peta Industri Game Sepak Bola Global Berubah
Sanksi Tegas: Dicoret dari Skuad Garuda Nusantara!
Emosi sesaat itu ternyata harus dibayar sangat mahal, Sob. Pelatih Nova Arianto bertindak tegas demi menjaga disiplin dan marwah Timnas. Nama Fadly Alberto Hengga resmi dicoret dari skuad Garuda Nusantara untuk ajang AFF U19 2026.
Keputusan ini jadi tamparan keras bagi Alberto. Mimpi untuk kembali membela Merah Putih di turnamen internasional harus sirna karena kegagalannya menjaga emosi di lapangan hijau. Ini membuktikan bahwa di level nasional, skill hebat saja tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan etika dan attitude yang baik.
Pelajaran Berharga buat Atlet Muda
Kisah Alberto ini jadi pelajaran pahit buat seluruh atlet muda di Indonesia. Sepak bola adalah olahraga fisik yang panas, tapi kekerasan fisik nggak pernah punya tempat di lapangan. Satu detik emosi bisa menghancurkan karier yang sudah dibangun bertahun-tahun dengan susah payah.
Semoga Rakha Nurkholis lekas pulih, dan Alberto beneran belajar dari kesalahannya agar bisa kembali jadi pribadi yang lebih dewasa, meskipun harus memulai lagi dari titik nol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
