Simak! Ini Penjelasan Buya Yahya soal Kapan Masuknya Puasa Arafah

Simak! Ini Penjelasan Buya Yahya soal Kapan Masuknya Puasa Arafah

Buya Yahya penjelasan tahlil-Al-Bahjah TV-Youtube Channel

Buya Yahya menjelaskan, umat Islam hendaknya mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Zulhijah.

"Nabi pernah menyebutkan tidak ada hari-hari untuk berbuat kebaikan yang Allah senangi melebihi dari 10 awal Zulhijah," ucapnya. 

"Jadi, kalau ingin beramal baik yang sangat disenangi Allah ya 10 awal Zulhijah," sambungnya.

Begitu agungnya 10 Zulhijah meliputi tanggal 1-10, Buya Yahya mengungkapkan terjadi perdebatan antar ulama mengenai mana yang terbaik dari 10 awal Zulhijah atau 10 akhir Ramadhan.

Pada 10 akhir Ramadhan, umumnya umat Islam melakukan I'tikaf dan terus beribadah.

BACA JUGA:Stadion Ewood Park Kembali Gelar Salat IdulAdha, Kapasitas 3000 Jemaah

Sementara, sebagian lupa Nabi telah menyebutkan tidak ada yang lebih bagus beribadah di 10 awal Zulhijah.

"Sehingga 10 awal Zulhijah lebih bagus dari 10 akhir Ramadhan. Cuman ada ulama yang membedakan, bicara tentang hari dan malam, kalau malam, malam terbaik adalah malam 10 akhir Ramadhan, sedangkan hari, hari terbaik adalah 10 awal Zulhijah, artinya dua-duanya hebat," jelas Buya Yahya.

Bahkan, lanjut Buya Yahya, jihad tidak bisa mengalahkan amalan di 10 awal bulan Zulhijah, kecuali orang yang punya kekayaan dicurahkan untuk jihad dan dia juga ikut berperang habis hartanya, kemudian meninggal di medan laga baru bisa menyamai kebaikan-kebaikan di 10 awal bulan Zulhijah.

"Semua amalan yang ada sepanjang tahun tersimpulkan di 10 awal bulan Zulhijah. Sedangkan di Ramadhan bulan yang mulia, tidak ada haji dan kurban," tuturnya.

"Sedangkan di 10 awal Zulhijah, ada haji dan kurban, lalu ada puasa, shalat juga ada, itulah kelebihan 10 awal bulan Zulhijah, ibadah yang bertebaran sepanjang tahun disimpulkan atau terkumpul di bulan Zulhijah," imbuhnya.

"Bahkan lebih dari itu, ada sejumlah amalan yang hanya ada di 10 Zulhijah, yakni ibadah haji dan menyembelih kurban bagi yang mampu," lanjutnya.

Karena itu, tidak ada keinginan untuk menyembelih kurban, niscaya bagi yang berkurban tidak akan mengurangi rezeki sehari-hari yang telah Allah takdirkan.

"Hari Raya Idul Adha buatlah menjadi hari bersenang-senang mesk tidak ada dana untuk menyembelih hewan kurban, bisa diganti dengan menghidangkan jenis makanan lain meski tidak termasuk ibadah kurban," ujarnya.

BACA JUGA:Prabowo Subianto Jelaskan 5 Syarat Ketahanan Negara: Kita Harus Memastikan...

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: