Italia Masuk Fase Kehancuran atau Revolusi di Tangan Roberto Mancini

Italia Masuk Fase Kehancuran atau Revolusi di Tangan Roberto Mancini

Roberto Mancini --Instagram @mrmancini10

+++++

Nyatanya tak cukup untuk menghindarkan publik penggemar sepak bola Italia dari salah satu kekecewaan terbesar mereka abad ini.

Ketika bola umpan sodoran Bojan Mioski diakhiri dengan sebuah tendangan spekulatif Aleksandar Trajkovski dari luar kotak penalti dan bersarang ke gawang Italia. 

Publik tuan rumah marah sementara para pemain mereka dihantam tertunduk lesu atas kenyataan pahit itu.

Andai saja Ciro Immobile bisa mengendalikan lebih baik kekuatan tembakannya di awal laga, mungkin Italia akan menjalani pertandingan yang lebih nyaman.

Andai saja Domenico Berardi bisa memanfaatkan satu saja dari empat percobaannya termasuk saat diberi bola cuma-cuma oleh kiper Stole Dimitrievski, mungkin Italia akan menciptakan final playoff ideal di Jalur C.

Tetapi laiknya hidup, sepak bola bukanlah tentang perandaian hal-hal yang mungkin terjadi.

Maka Mancini, Jorginho, Donnarumma, Immobile, dan Berardi harus menerima kenyataan bahwa sekali lagi mereka hanya akan menonton dari layar kaca ketika putaran final Piala Dunia berlangsung.

Menuju puncak dan jurang revolusi

Sekira lima tahun yang lalu, kekecewaan yang sama menggelayuti publik sepak bola Italia ketika Gli Azzurri gagal meraih tiket putaran final Piala Dunia 2018 karena kalah agregat 0-1 dalam dua leg pertandingan playoff melawan Swedia.

Namun, publik Italia saat itu boleh dibilang tak berharap banyak karena kepelatihan Gian Piero Ventura yang tidak menimbulkan optimisme besar. 

Ini terjadi lantaran ia datang tanpa modal prestasi apapun ketika ditunjuk menggantikan Antonio Conte setelah Italia terhenti di perempat final EURO 2016.

Optimisme membuncah ketika Mancini ditunjuk menjadi nakhoda Gli Azzurri pada 14 Mei 2018.

Optimisme semakin membesar ketika Mancini sukses menyamai rekor pelatih legendaris Vittorio Pozzo berupa sembilan kemenangan kompetitif. 

Beruntun di pertandingan resmi saat melumat Liechtenstein 5-0 dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020 Grup J di Vaduz pada 15 Oktober.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: reuters