Pemprov DKI Soroti Pergeseran Jam Kemacetan selama Ramadhan 2026
Ilustrasi jalan macet 1200-ISTIMEWA (AI)-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencatat adanya perubahan pola kemacetan di Ibu Kota selama Ramadhan 2026. Pergeseran itu terlihat pada jam-jam padat kendaraan yang tidak lagi sama seperti hari biasa.
Sebelum Ramadhan, kepadatan lalu lintas umumnya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Namun selama bulan puasa, puncak kemacetan justru bergeser menjadi pukul 08.00 sampai 09.00 WIB. Kepadatan juga meningkat kembali pada sore hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Pramono menilai perubahan tersebut berkaitan dengan pola aktivitas masyarakat yang ikut menyesuaikan ritme harian selama Ramadhan. Waktu berangkat kerja yang lebih fleksibel serta perubahan kebiasaan warga disebut memengaruhi pergerakan kendaraan di jalan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, telah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian untuk mengantisipasi perubahan arus lalu lintas tersebut. Langkah ini dilakukan agar pengaturan kendaraan tetap berjalan efektif di tengah pergeseran jam sibuk.
“Memang kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur itu,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Selain kepolisian, pemerintah daerah juga melibatkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam menyiapkan skema pengaturan lalu lintas. Instansi tersebut diminta menyesuaikan strategi pengendalian kendaraan sesuai pola mobilitas terbaru selama Ramadhan.
Pramono menegaskan pengaturan mobilitas masyarakat pada bulan puasa bukan hal baru bagi pemerintah daerah. Agenda ini rutin dilakukan setiap tahun seiring perubahan aktivitas warga selama Ramadhan.
Meski demikian, pergeseran waktu kepadatan pada tahun ini menjadi perhatian tersendiri. Pemerintah daerah ingin memastikan pengaturan arus kendaraan tetap optimal, khususnya pada jam keberangkatan kerja serta menjelang berbuka puasa ketika mobilitas warga meningkat.
“Kami berkoordinasi, kemarin saya sudah meminta juga kepada Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan ini. Karena ini kan hal yang sudah rutin yang dijalani,” ungkap Pramono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News