Ahli Forensik Ragukan Bunuh Diri Jeffrey Epstein, Temuan Leher Patah Picu Misteri Baru

Ahli Forensik Ragukan Bunuh Diri Jeffrey Epstein, Temuan Leher Patah Picu Misteri Baru

--Foto: Istimewa.

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kematian terdakwa kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pernyataan baru dari seorang ahli forensik yang meragukan kesimpulan resmi penyelidikan.

Sejumlah temuan medis dan kejanggalan prosedural di penjara memunculkan kembali pertanyaan lama tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam terakhir Epstein.

Keraguan Ahli Forensik terhadap Hasil Autopsi

Michael Baden, ahli patologi forensik yang ikut mengamati proses pemeriksaan jenazah atas permintaan keluarga Epstein, menyatakan bahwa penyebab kematian pria tersebut lebih mungkin akibat cekikan dibandingkan gantung diri.

"Opini saya adalah kematiannya kemungkinan besar disebabkan oleh cekikan daripada gantung diri," ujar Baden dalam wawancaranya dengan The Telegraph.

Baden menilai, berdasarkan data yang tersedia hingga kini, penyelidikan lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab serta mekanisme kematian Epstein secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa sejumlah temuan medis tidak sepenuhnya selaras dengan kesimpulan bunuh diri.

BACA JUGA:Ngeri! Terkuak dari Arsip Penyelidikan, Dugaan Ketertarikan Jeffrey Epstein pada Zat Obat Zombie

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama ialah kondisi tulang leher Epstein. Dalam laporan autopsi ditemukan tiga patahan, yakni pada tulang hyoid bagian kiri serta dua patahan pada tulang rawan tiroid. Menurut Baden, temuan semacam ini sangat jarang terjadi pada kasus gantung diri.

Selama lebih dari lima dekade berkarier sebagai ahli forensik, Baden mengaku belum pernah menemukan kasus bunuh diri dengan metode gantung diri yang menghasilkan tiga patah tulang leher sekaligus, termasuk pada berbagai kasus kematian narapidana yang pernah ia tangani di penjara New York.

"Bukti-bukti yang ada lebih mengarah pada pembunuhan daripada bunuh diri," kata Baden, sebagaimana dilansir India Today, Jumat 13 Februari 2026.

Perbedaan Pandangan dalam Penetapan Penyebab Kematian

Meski demikian, Kantor Pemeriksa Medis New York sebelumnya menetapkan kematian Epstein sebagai bunuh diri. Baden menyebut bahwa saat autopsi berlangsung, dirinya dan pemeriksa medis sebenarnya sama-sama menilai bahwa diperlukan data tambahan sebelum kesimpulan final ditetapkan.

Lima hari setelah sertifikat kematian diterbitkan dengan status menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, Kepala Pemeriksa Medis saat itu, Barbara Sampson, menetapkan penyebab kematian sebagai bunuh diri. Baden mencatat bahwa Sampson tidak berada di lokasi ketika proses autopsi dilakukan.

BACA JUGA:Ambisi Prabowo Bangun 10 Universitas Baru, DPR Peringatkan Pemerintah Fokus Perbaiki Mutu Kampus

Kelalaian Keamanan di Penjara

Kejanggalan tidak hanya muncul dari sisi medis. Kondisi keamanan di Metropolitan Correctional Centre turut menjadi sorotan karena dinilai memperlihatkan serangkaian kelalaian serius.

Laporan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat pada 2023 mengungkap adanya kegagalan prosedur yang terjadi menjelang kematian Epstein. Sehari sebelum ia ditemukan tewas, rekan satu selnya dipindahkan tanpa ada pengganti yang ditempatkan di sel tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait