Antisipasi Hujan Ekstrem, Pramono Pertimbangkan WFH dan Sekolah dari Rumah
Pramono Anung mempertimbangkan WFH dan pembelajaran jauh imbas cuaca ekstrem.-Foto: IG @pramonoanungw-
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan kebijakan kerja dari rumah dan pembelajaran jarak jauh jika hujan lebat kembali mengguyur Ibu Kota. Langkah ini disiapkan sebagai respons cepat menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menghambat aktivitas warga Jakarta.
Pramono menyatakan, curah hujan tinggi kerap berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama pada hari kerja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ingin risiko tersebut mengganggu keselamatan serta kelancaran aktivitas pegawai dan pelajar.
“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita (pelajar),” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan ini bersifat situasional dan akan diberlakukan sesuai kondisi lapangan. Pemerintah akan melihat intensitas hujan serta dampaknya terhadap transportasi dan kegiatan warga.
Pramono menyinggung hujan lebat yang melanda Jakarta pada Sabtu 17 Januari 2026 dan Minggu 18 Januari 2026. Pada periode tersebut, kebijakan kerja dari rumah tidak diterapkan karena bertepatan dengan libur panjang.
BACA JUGA:3 Jabatan SPPG Ini Dilantik Jadi PPPK 01 Februari, Segini Besaran Gajinya
Menurut dia, situasi kala itu masih dapat ditangani tanpa perlu pembatasan aktivitas kerja dan belajar. Namun, kondisi akan berbeda jika hujan deras terjadi pada hari kerja dan berdampak luas.
Meski telah menyiapkan skema antisipasi, Pramono berharap cuaca Jakarta tetap stabil. Ia menilai, kebijakan WFH dan belajar dari rumah sebaiknya menjadi pilihan terakhir.
“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,” ungkap Pramono.
Selain menyiapkan kebijakan kerja dan belajar jarak jauh, Pramono juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Ia mengimbau warga untuk lebih memilih transportasi umum saat hujan melanda Jakarta.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menekan kemacetan yang kerap memburuk ketika hujan deras turun. Pramono menilai, lonjakan penggunaan kendaraan pribadi justru memperparah kepadatan lalu lintas.
BACA JUGA:Waduh! Cek Bansos 2026 Tak Muncul Gara-Gara Kesalahan Ini
Menurut dia, beralih ke transportasi umum dapat membantu mengurangi beban jalan secara signifikan. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperbaiki sistem transportasi di Jakarta.
“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ucap Pramono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News