Gak Pakai Nasi Saat Sahur, Ade Rai Sebut Metode Ini Bikin Energi Tahan Lama dan Imun Lebih Kuat!
Gak Pakai Nasi Saat Sahur, Ade Rai Sebut Metode Ini Bikin Energi Tahan Lama dan Imun Lebih Kuat!-@lambe_turah-Instagram
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Setiap kali bulan suci Ramadan datang umat Muslim berusaha menjaga kesehatan tubuhnya agar ibadah yang dijalani sepanjang hari menjadi penuh energi.
Binaragawan dan pakar kebugaran, Ade Rai, menjelaskan secara detail bagaimana strategi sahur dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menjaga kekuatan sistem imun selama masa puasa yang panjang.
Ia menekankan bahwa pilihan menu sahur dan cara konsumsi makanan sebelum berpuasa harus benar-benar dipahami agar tubuh tetap bugar dan stabil gula darahnya.
BACA JUGA:DPR Ingatkan Risiko di Balik Rencana Mediasi Prabowo ke Iran
Strategi sahur tanpa karbohidrat bukanlah sekadar tren tetapi sebuah pendekatan yang bisa membantu tubuh menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang puasa yang bisa mencapai lebih dari 18 jam setiap harinya.
Ade Rai menjelaskan bahwa jika tubuh tidak diberikan karbohidrat di pagi hari, maka setelah 2 hingga 4 jam dicerna tubuh akan mulai memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi alternatif yang lebih stabil dan tahan lama.
Dengan mengisi sahur penuh dengan protein dan lemak sehat seperti telur, ikan, atau ayam, tubuh tidak mengalami lonjakan insulin yang tajam sehingga sistem metabolisme dan energi bisa bekerja lebih optimal.
Selain itu, asupan cairan saat sahur tetap penting dan bisa ditambah sedikit garam Himalaya untuk membantu retensi air agar tubuh tidak mudah kekurangan cairan di siang hari saat berpuasa.
BACA JUGA:ABI Sebut Kematian Ali Khamenei Preseden Berbahaya bagi Hukum Internasional
Ade Rai juga menggarisbawahi bahwa sahur bukan sekedar formalitas bangun sebelum subuh, tetapi bagian penting dari strategi kesehatan karena sahur yang tepat akan membantu menjaga sistem imun tubuh tetap kuat dan stabil sepanjang hari berpuasa.
Ia menyarankan agar sahur dipandang sebagai fondasi metabolisme tubuh yang akan menentukan bagaimana energi dan kekuatan imun dipertahankan lebih dari 12 jam tanpa makan dan minum secara berurutan.
Dengan mengurangi atau bahkan menghindari karbohidrat saat sahur, tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah dan pada akhirnya imun tubuh dapat bekerja optimal tanpa tekanan fluktuasi energi yang tajam sepanjang hari.
Ini membantu banyak orang menjalani puasa Ramadan dengan lebih lancar, tidak mudah lemas, dan tetap merasa segar dalam melakukan aktivitas ibadah maupun rutinitas sehari-hari.
BACA JUGA:Jaringan Ko Erwin Terkuak, Kurir Sabu Ditangkap saat Kabur ke Pekanbaru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News