Trump Ancam Pemimpin Sementara Venezuela, Nasib Delcy Rodriguez Dipertaruhkan

Trump Ancam Pemimpin Sementara Venezuela, Nasib Delcy Rodriguez Dipertaruhkan

Trump mengancam wakil presiden Venezuela jika tidak turuti kemauan AS--Foto: Doce TV

JAKARTA, PostingNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terbuka kepada kepemimpinan Venezuela. Kali ini, sasaran pernyataannya adalah presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang disebut bisa menghadapi nasib lebih buruk dibanding pendahulunya, Nicolas Maduro, bila tidak mengikuti keinginan Washington.

Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden dan kini tampil sebagai penerus Maduro setelah pemimpin lama Venezuela itu ditangkap otoritas Amerika Serikat. Maduro saat ini ditahan di penjara federal New York dengan tuduhan terorisme narkoba dan perdagangan narkoba.

Dalam wawancara dengan The Atlantic pada Minggu, 04 Januari 2026, Trump menyatakan bahwa Rodriguez dapat menerima perlakuan serupa, bahkan lebih berat, jika menolak berpihak pada kepentingan Amerika Serikat.

"Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro," ujar Trump dikutip Senin, 05 Januari 2026.

Pernyataan itu menandai perubahan sikap Trump dalam waktu singkat. Sehari sebelumnya, dalam konferensi pers pada Sabtu, Trump justru menyampaikan nada lebih lunak terhadap Rodriguez. Ia mengklaim para pejabat Amerika Serikat telah melakukan komunikasi langsung dengan pemimpin perempuan tersebut.

Trump mengatakan bahwa laporan yang diterimanya menunjukkan Rodriguez bersedia bekerja sama. "Dan melaporkan bahwa pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang menurut kami perlu untuk menjadikan Venezuela hebat kembali," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyebut Amerika Serikat akan menjalankan Venezuela sampai proses transisi kekuasaan secara demokratis dapat terwujud. Meski demikian, ia menolak menyebutkan batas waktu yang jelas mengenai kapan transisi itu akan terjadi.

Tak lama setelah pernyataan Trump, Rodriguez tampil menegaskan sikap berbeda. Ia bersikeras bahwa Maduro tetap memimpin pemerintahan Venezuela meskipun telah ditangkap oleh Amerika Serikat. Rodriguez juga mengecam langkah Washington yang disebutnya sebagai tindakan brutal dan melanggar hukum internasional.

"Venezuela siap membela sumber daya alam kami," tegas Rodriguez.

Trump pada hari yang sama kembali membuka kemungkinan pengerahan pasukan Amerika Serikat ke Venezuela bila dianggap perlu. Kepada The Atlantic, ia mengatakan bahwa pembangunan kembali Venezuela di bawah campur tangan AS bukanlah sesuatu yang buruk.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memilih merespons pernyataan Rodriguez dengan lebih hati-hati. Ia menilai sikap pemerintah Venezuela ke depan akan ditentukan oleh tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan publik.

"Kami tidak akan menilai langkah selanjutnya hanya berdasarkan apa yang dikatakan dalam konferensi pers. Pada akhirnya, kami ingin melihat tindakan nyata," kata Rubio dalam wawancara dengan program This Week di ABC pada Minggu.

Ia menambahkan bahwa pernyataan keras dari pejabat Venezuela tidak bisa dilepaskan dari situasi yang sedang terjadi.

“Ada banyak alasan berbeda mengapa orang-orang muncul di televisi dan mengatakan hal-hal tertentu di negara-negara ini, terutama 15 jam atau 12 jam setelah orang yang dulunya memimpin rezim sekarang diborgol dan dalam perjalanan ke New York," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait