ALHAMDULILLAH! Bansos Guru Honorer Cair Juli 2025, Ditransfer Langsung ke Rekening

ALHAMDULILLAH! Bansos Guru Honorer Cair Juli 2025, Ditransfer Langsung ke Rekening

Kabar baik bagi para guru honorer di seluruh Indonesia: mulai Juli 2025, mereka akan mulai menerima bantuan sosial sebesar Rp300 ribu per bulan.-Ilustrasi-Pixabay

Selain menyoroti aspek kesejahteraan guru, Mendikdasmen menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak.

Ia mengungkapkan, ketahanan nasional tidak akan tercapai tanpa dimulai dari ketahanan keluarga.

Ia mencontohkan program unggulan Kemendikdasmen, yaitu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Semua kebiasaan itu, katanya, hanya akan efektif bila dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kenapa dimulai dari keluarga? Karena tujuh kebiasaan itu harus diawali dari lingkungan keluarga,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif organisasi perempuan ‘Aisyiyah dalam mendukung berbagai program pendidikan.

Ia menyebut, pendekatan berbasis komunitas seperti yang dilakukan ‘Aisyiyah menjadi kunci dalam penguatan karakter anak.

“Terima kasih kepada ‘Aisyiyah yang sudah mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap daerah.

BACA JUGA:Mendag Budi Santoso Beberkan Penyebab Ritel Modern Gulung Tikar: Kalah dengan UMKM

Ia menyebut kehadiran Mendikdasmen sebagai penanda kuatnya sinergi antara pusat dan daerah dalam membangun pendidikan berkualitas.

Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Rohimi Zam Zam, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program Kemendikdasmen, terutama terkait penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam pembentukan karakter sejak usia dini.

“Permasalahan anak usia dini itu tidak mudah. Kita sebagai orang yang mendidiknya harus sabar, harus jelas, dan harus kuat,” kata Rohimi.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah sangat penting untuk membentuk generasi emas 2045 — generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.

“Mari kita terus berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan tentunya melalui pendidikan yang berbasis potensi dan pendidikan karakter seperti juga yang dicanangkan oleh Pak Menteri,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News