Wah Wah Wah, Media Asing Ungkap Keretakan Hubungan Jokowi dan Megawati

Wah Wah Wah, Media Asing Ungkap Keretakan Hubungan Jokowi dan Megawati

Dok. Sekretariat Presiden--

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Situasi politik di Indonesia semakin memanas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, terutama di dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
 
Menurut laporan The Strait Times pada Sabtu (3/6), hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut mengalami keretakan.
 
Perselisihan itu terkait dengan pencalonan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pemilu mendatang.
 
Berdasarkan sumber internal partai, Megawati dikabarkan mengabaikan saran Jokowi terkait cawapres Ganjar.
 
Hal itu pun dinilai membuat Jokowi merasa tidak nyaman.
 
Saat ini, Jokowi tidak dapat mencalonkan diri sebagai presiden lagi karena masa jabatannya akan segera berakhir.
 
Hal ini, menurut The Strait Times, dianggap bisa membuat Jokowi mengkhawatirkan keberlanjutan kebijakan-kebijakannya.
 
Oleh karena itu, Jokowi disebut sangat ingin terlibat dalam pemilihan cawapres yang diusung oleh PDIP.
 
"Ada dua tokoh yang diunggulkan oleh Jokowi sebagai cawapres Ganjar, namun Megawati menanggapinya dengan dingin," kata seorang politisi senior PDIP yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari The Strait Times.
 
Dua tokoh yang dimaksud adalah Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, yang berperan penting dalam membantu menantu Jokowi.
 
Lalu ada nama Bobby Nasution, besan Jokowi yang memenangkan pemilihan Wali Kota Medan pada 2020, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang keluarganya dikabarkan menjadi donatur utama kampanye Jokowi pada 2019.
 
Menurut politisi lainnya yang enggan disebutkan namanya, situasi ini dinilai makin menambah kekhawatiran Jokowi.
 
Sebelumnya, Jokowi juga terkejut dengan pengumuman Ganjar sebagai calon presiden dari PDIP pada 21 April.
 
Politisi itu juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bisa memicu ketidaksenangan Jokowi.
 
Jika demikian, Jokowi kemungkinan akan mendukung kandidat saingan dari partainya, yaitu Prabowo Subianto, yang sebelumnya diangkat menjadi Menteri Pertahanan empat tahun lalu.
 
Prabowo adalah Ketua Umum Partai Gerindra, yang merupakan anggota koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh PDIP.
 
"Ibu (Megawati) beranggapan bahwa Jokowi terlalu mencampuri urusan partai politik," ungkap politisi PDIP tersebut kepada The Straits Times.
 
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ali Mochtar Ngabalin dari Kantor Staf Kepresidenan Indonesia belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar dari The Strait Times.
 
Secara terpisah, Jokowi juga telah berdiskusi dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, mengenai calon presiden.
 
Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Juru Bicara Golkar, Nuruf Arifin, menyatakan bahwa saat ini mereka tidak dapat memberikan informasi apa pun.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: