Kapan Puasa Ramadhan 2026 Dimulai? Ini Perkiraan Jadwal Versi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Prediksi puasa Ramadhan untuk NU dan Muhammadiyah-Ilustrasi-Istimewa
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Q.S. Al Baqarah: 183).
Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa tidak sekadar ritual tahunan. Ibadah ini diarahkan untuk membentuk pribadi yang bertakwa melalui pengendalian diri dan peningkatan kualitas spiritual.
BACA JUGA:Kesehatan Jiwa Anak di Titik Kritis, Angka Depresi 5 Kali Lebih Tinggi dari Orang Dewasa
Karena itu, persiapan menyambut Ramadhan menjadi bagian dari proses mencapai tujuan tersebut. Semakin baik persiapan dilakukan, semakin besar peluang seseorang menjalani Ramadhan dengan kesadaran ibadah yang lebih mendalam.
Persiapan Spiritual Menjelang Ramadhan
Tradisi ulama menekankan pentingnya fase persiapan sebelum Ramadhan tiba. Dalam kitab Latha’iful Ma’arif, Abu Bakr Al Balkhi sebagaimana dikutip oleh Ibnu Rajab mengibaratkan bulan Rajab sebagai masa menanam, Sya’ban sebagai masa menyiram, dan Ramadhan sebagai waktu memanen hasil.
Perumpamaan tersebut menggambarkan proses bertahap dalam membangun kualitas ibadah. Bulan Sya’ban dipandang sebagai momentum memperkuat kebiasaan baik sebelum memasuki Ramadhan.
Pada fase ini, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Tidak hanya memperbanyak amalan sunnah, tetapi juga memperbaiki kekhusyukan serta keikhlasan dalam beribadah.
Sya’ban menjadi periode penguatan spiritual agar kebiasaan baik yang mulai dibangun dapat berlanjut dan mencapai puncaknya saat Ramadhan berlangsung.
Dengan persiapan tersebut, Ramadhan diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News