Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sekali untuk Sebulan Penuh? Simak Penjelasan MUI

Bolehkah Niat Puasa Ramadhan Sekali untuk Sebulan Penuh? Simak Penjelasan MUI

Niat puasa Ramadhan.-Ilustrasi/Pixabay-

“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat,” ucap Anwar.

Ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perdebatan yang meruncing. Toleransi dalam menyikapi perbedaan mazhab tetap diperlukan, terutama dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Terkait bahasa niat, Anwar menegaskan tidak ada keharusan menggunakan bahasa Arab bagi yang tidak hafal. Niat dapat diucapkan dalam bahasa yang dipahami.

“Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa,” ujar Anwar.

Merujuk keterangan yang dimuat di laman Majelis Ulama Indonesia, terdapat dua redaksi niat puasa Ramadhan yang lazim digunakan.

BACA JUGA:HARI INI! Jadwal Penukaran Uang BI untuk Lebaran 2026, Cek Jam dan Cara Daftarnya

Untuk niat satu bulan penuh, bacaannya sebagai berikut.

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Adapun niat yang dibaca setiap hari selama Ramadhan berbunyi.

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

Dengan memahami ragam pandangan ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan keyakinan yang mantap. Perbedaan mazhab menjadi khazanah dalam tradisi keilmuan Islam, bukan penghalang dalam beribadah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait