Banner Yamaha Fazzio

Muktamar NU ke-35 Jangan Terjebak Politik, Pesantren Didorong Cetak Talenta AI dan Pemimpin Global

Muktamar NU ke-35 Jangan Terjebak Politik, Pesantren Didorong Cetak Talenta AI dan Pemimpin Global

Muktamar NU ke-35 didorong melahirkan blueprint pesantren agar santri menguasai agama, AI, sains, teknologi, ekonomi global dan diplomasi.-dok-

Pesantren dapat menjadi tempat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Ketika santri mampu menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, kontribusi tersebut dapat menjadi bentuk dakwah melalui karya.

Dengan cara itu, nilai keislaman dapat hadir melalui solusi nyata terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Gagasan tersebut sejalan dengan harapan lahirnya generasi pesantren yang mampu menentukan arah perubahan global.

BACA JUGA:Gus Yahya Tantang PBNU Gelar Muktamar, Soal Kursi Ketum Tidak Bisa Main Cabut dan Pasang

Apa Warisan yang Diharapkan dari Muktamar NU ke-35?

Muktamar ke-35 diharapkan tidak berakhir sebagai agenda organisasi tanpa perubahan substantif bagi generasi berikutnya.

Momentum Jombang dinilai dapat digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan pendidikan pesantren secara lebih terencana.

Jika berhasil, keputusan tersebut dapat menjadi fondasi pembangunan generasi NU selama beberapa dekade mendatang.

Fokus pada kualitas pendidikan juga dapat memperkuat kemampuan santri menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi global.

Dengan demikian, Muktamar tidak hanya menghasilkan keputusan administratif, tetapi juga meninggalkan warisan peradaban.

BACA JUGA:Pesan Jokowi ke IPM Dalam Acara Muktamar XXIII: 'Tidak Ada Gunanya Nilai 10...'

Apakah NU Siap Menjadi Pemain Global pada Abad Kedua?

Potensi tersebut dinilai terbuka karena NU memiliki modal sosial, kultural, spiritual, dan intelektual yang besar.

Tantangannya adalah mengubah modal sosial tersebut menjadi sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.

Transformasi membutuhkan keberanian, perencanaan, konsistensi, serta keberlanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan pesantren.

Jika langkah tersebut berhasil, pesantren dapat menjadi salah satu pusat lahirnya talenta global Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share