Muktamar NU ke-35 Jangan Terjebak Politik, Pesantren Didorong Cetak Talenta AI dan Pemimpin Global
Muktamar NU ke-35 didorong melahirkan blueprint pesantren agar santri menguasai agama, AI, sains, teknologi, ekonomi global dan diplomasi.-dok-
Energi besar NU dinilai lebih bermanfaat jika diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia.
Generasi muda NU perlu diberi ruang untuk masuk berbagai sektor strategis yang menentukan masa depan Indonesia.
Sektor tersebut mencakup teknologi, ekonomi, pendidikan, diplomasi, sains, hingga industri kreatif yang terus berkembang.
Dengan pendekatan tersebut, Muktamar dapat meninggalkan warisan gagasan yang berdampak jauh melampaui periode kepengurusan.
BACA JUGA:Gus Yahya Dicopot, Rais Aam Kini Siapkan Muktamar, Babak Baru NU Segera Dimulai
Seperti Apa Profil Santri yang Dibutuhkan pada Masa Depan?
Santri masa depan tidak cukup hanya memiliki kedalaman ilmu agama tanpa kompetensi tambahan yang relevan.
Mereka perlu memiliki kemampuan memahami perkembangan teknologi sekaligus mampu membaca perubahan geopolitik dunia.
Penguasaan kecerdasan buatan juga menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi transformasi digital.
Selain itu, kemampuan ekonomi, bahasa internasional, sains, diplomasi, dan inovasi perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Gus Ipang membayangkan lahirnya ahli AI, diplomat, ekonom, ilmuwan, inovator, hingga pemimpin industri dari pesantren.
Mereka tidak harus tercerabut dari tradisi untuk dapat berkompetisi dalam arena global yang semakin terbuka.
Justru perpaduan antara kedalaman keislaman dan kompetensi global dapat menjadi kekuatan khas generasi tersebut.
BACA JUGA:Gus Yahya Dicopot, Rais Aam Kini Siapkan Muktamar, Babak Baru NU Segera Dimulai
Bagaimana Gagasan Rahmatan Lil Alamin Bisa Diterapkan?
Konsep Islam rahmatan lil alamin dinilai dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan dan peradaban.
Nilai tersebut tidak cukup berhenti sebagai jargon dalam ruang-ruang keagamaan atau forum organisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
