KH Imam Jazuli: NU Harus Bangun Cara Berpikir Progresif agar Siap Hadapi Tantangan Abad Kedua
KH Imam Jazuli menilai masa depan NU ditentukan fikroh yang moderat, pembaruan dakwah digital, dan semangat islah untuk menghadapi abad kedua.-Dok-
Ia mencontohkan perjalanan ijtihad Imam Syafi'i yang dikenal memiliki qaul qadim dan qaul jadid. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perubahan situasi dapat melahirkan pandangan hukum yang berbeda sesuai kebutuhan.
Menurutnya, semangat kontekstualisasi inilah yang perlu terus dikembangkan agar ajaran Islam tetap menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
BACA JUGA:Hargai Eksistensi NU, PDIP Janji Tak Libatkan Nahdlatul Ulama ke Dalam Pusaran Politik 2024
Islah dan Tajdid Menjadi Semangat Pembaruan
KH Imam melihat gagasan utama dalam buku tersebut adalah dorongan melakukan islah atau perbaikan serta tajdid atau pembaruan.
Ia mengaku pernah berdiskusi langsung dengan KH Ma'ruf Amin mengenai pentingnya memperbaiki cara berpikir umat agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Menurutnya, perubahan bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan mengembangkan tradisi agar tetap relevan terhadap kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Ulama NU Haramkan Pasangan Belum Menikah dan Sudah Menikah VCS, Ada Tapinya Nih
Dakwah NU Perlu Beradaptasi dengan Era Digital
Selain pembaruan pemikiran, KH Imam juga menilai metode dakwah NU harus berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi.
Postingers, masyarakat kini semakin banyak memperoleh informasi melalui media digital dan media sosial. Karena itu, pendekatan dakwah juga perlu memanfaatkan berbagai platform tersebut secara lebih efektif.
Menurutnya, adaptasi terhadap teknologi akan membantu NU menjangkau generasi muda sekaligus memperluas penyebaran nilai-nilai keislaman yang moderat.
Politik Dipandang Sebagai Bagian dari Khidmah
Dalam paparannya, KH Imam juga menyoroti pentingnya pembahasan mengenai harakah siyasah atau gerakan politik dalam perjalanan organisasi.
Ia menilai pengalaman KH Ma'ruf Amin sebagai ulama, organisatoris, anggota DPR RI, hingga Wakil Presiden menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada agama, organisasi, dan bangsa.
Menurutnya, organisasi sebesar NU membutuhkan strategi politik yang sehat agar mampu menjaga keberlanjutan perjuangan tanpa kehilangan jati diri sebagai jam'iyah diniyah ijtima'iyah.
Infografis Gagasan KH Imam Jazuli
| Aspek | Pokok Gagasan |
|---|---|
| Fikroh | Membangun pola pikir moderat dan progresif. |
| Manhaj | Memahami teks agama secara kontekstual. |
| Harakah | Mengembangkan dakwah sesuai era digital. |
| Islah | Mendorong perbaikan berkelanjutan. |
| Tajdid | Menghadirkan pembaruan tanpa meninggalkan tradisi. |
| Siyasah | Politik sebagai bentuk khidmah kepada agama dan bangsa. |
Kesimpulan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
