KH Imam Jazuli: NU Harus Bangun Cara Berpikir Progresif agar Siap Hadapi Tantangan Abad Kedua
KH Imam Jazuli menilai masa depan NU ditentukan fikroh yang moderat, pembaruan dakwah digital, dan semangat islah untuk menghadapi abad kedua.-Dok-
Postingers, KH Imam Jazuli berpandangan bahwa kekuatan NU pada abad kedua tidak hanya bergantung pada besarnya organisasi, tetapi juga kualitas cara berpikir warganya.
Melalui penguatan fikroh, pembaruan metode dakwah, kontekstualisasi pemikiran, serta strategi organisasi yang adaptif, NU diharapkan mampu terus berkontribusi menjawab tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, dan perkembangan teknologi pada masa mendatang.
BACA JUGA:Muktamar Digulirkan, Gus Ipul Minta Nahdliyin Tak Terprovokasi Kabar Liar
FAQ
Apa yang dimaksud fikroh menurut KH Imam Jazuli?
Fikroh merupakan cara berpikir yang menjadi fondasi dalam membangun karakter, arah perjuangan, dan pengambilan keputusan warga Nahdlatul Ulama.
Mengapa ke-NU-an tidak cukup diwariskan melalui keluarga?
Karena menurut KH Imam, identitas Nahdliyin juga harus dibangun melalui kesadaran intelektual, pemahaman ideologi, dan pengamalan nilai organisasi.
Mengapa dakwah NU perlu bertransformasi?
Perubahan teknologi membuat masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui media digital sehingga metode dakwah juga perlu menyesuaikan perkembangan tersebut.
Apa makna islah dan tajdid?
Islah berarti melakukan perbaikan, sedangkan tajdid merupakan semangat pembaruan agar organisasi tetap relevan menghadapi perubahan zaman.
Bagaimana KH Imam memandang politik dalam NU?
Ia menilai politik dapat menjadi bagian dari khidmah kepada agama, organisasi, dan bangsa selama dijalankan secara sehat, berkeadaban, serta berpihak pada kemaslahatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
