Reformasi 1998 Masuk Liang Kubur? Ribuan Massa Kamisan Sebut Nepotisme Hidup Lagi, Dwifungsi Bangkit Pelan-Pelan
Ribuan peserta Aksi Kamisan menilai cita-cita Reformasi 1998 makin pudar, soroti nepotisme hingga bayang-bayang dwifungsi TNI.-Foto: Antara-
“Sepertinya peserta sampai ribuan, lebih dari seribu,” kata Damar.
Bagi Damar, Reformasi belum benar-benar tiba meski usianya hampir tiga dekade. Yang tersisa justru rasa bahwa cita-cita lama makin kabur dan harus terus diperjuangkan lagi dari awal.
Karena itu, menurutnya, protes tak akan berhenti. Selama demokrasi dianggap masih berjalan pincang, jalanan akan tetap dipilih sebagai ruang mengingatkan.
Ironinya mungkin ada di sini. Setelah 28 tahun Reformasi, sebagian orang masih berdiri di titik yang sama, membawa tuntutan yang nyaris serupa. Bedanya, pelaku dan zamannya berganti. Keluhannya ternyata belum banyak berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
