Banner Internal

Dapur MBG Mendadak Membiak, Zulhas Bongkar Jual-Beli Titik hingga SK Dipakai Cari Utangan Bank

Dapur MBG Mendadak Membiak, Zulhas Bongkar Jual-Beli Titik hingga SK Dipakai Cari Utangan Bank

Zulhas mengakui adanya jual-beli titik dapur MBG yang membuat jumlah SPPG membengkak. Ribuan SK disebut dipakai untuk mengakses pinjaman bank.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ternyata masih menyimpan banyak pekerjaan rumah. Salah satunya adalah dugaan praktik jual-beli titik dapur yang membuat jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) membengkak jauh di atas target pemerintah.

Temuan itu diungkap langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam rapat koordinasi tingkat menteri mengenai pelaksanaan MBG di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurut Zulhas, pemerintah semula hanya merancang sekitar 21.000 dapur MBG. Namun dalam perkembangannya, jumlah titik yang tercatat justru melonjak menjadi 27.877 lokasi.

“Terjadi jual beli titik (dapur), ya, yang seharusnya rencana awal titik itu 21.000, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” kata Zulkifli Hasan.

Lonjakan tersebut bukan hanya terjadi di wilayah perkotaan. Zulhas menyebut pembengkakan paling mencolok justru muncul di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T.

BACA JUGA:PIP Juni 2026 Cair : Cek Nama Penerima dan Cara Mencairkan Dana Bantuan

Awalnya pemerintah hanya merencanakan sekitar 2.000 dapur MBG di kawasan tersebut. Namun jumlahnya kini melonjak menjadi 8.617 titik.

Yang membuat situasi makin menarik, ribuan titik itu ternyata sudah mengantongi surat keputusan pembangunan dari Badan Gizi Nasional (BGN), meski sebagian besar dapurnya belum berdiri.

Data yang dipaparkan Zulhas menunjukkan sebanyak 6.138 titik telah memiliki SK, sementara dapur yang benar-benar selesai dibangun baru sekitar 1.700 unit.

Menurut Zulhas, SK tersebut diduga dimanfaatkan sebagai jaminan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan.

“Kalau sudah ada SK maka investornya ini taruh di bank, ya? Ya, taruh di bank. Nah, ini dari 2.000 menjadi 8.670, bengkak 6.138, yang sudah selesai 1.700,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penataan ulang terhadap tata kelola program MBG yang selama ini dikelola Badan Gizi Nasional.

BACA JUGA:Rupiah Babak Belur, BI Panik Naikkan Bunga Dua Kali dalam Sebulan

Langkah perombakan sudah dimulai. Presiden Prabowo Subianto pekan ini mengganti pucuk pimpinan BGN. Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat wakil kepala badan kini ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share
Seedbacklink affiliate

Berita Terkait