Banner Internal

Potongan Ojol Disorot, Prabowo Subianto: Di Atas 10% Jangan Usaha di RI

Potongan Ojol Disorot, Prabowo Subianto: Di Atas 10% Jangan Usaha di RI

--Google

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang mendesak aplikator ride-hailing seperti Gojek dan Grab untuk dapat memangkas potongan dari aplikasi ojek online (ojol) di Indonesia.

Saat ini sekitar 20% atau bahkan lebih, maka Presiden Prabowo mau direvisi potongan tersebut menjadi dibawah 10%.

Hal tersebut telah disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara May Day atau Hari Buruh di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Acara tersebut digelar pada 1 Mei 2026.

BACA JUGA:Tak Sadar Saat Kebakaran Terjadi, Penghuni Apartemen Mediterania ini Ungkapkan Hal Mengejutkan

Menurut Presiden Prabowo, ojol merupakan salah satu pekerja lapangan yang mempertahurkan nyawanya di jalan setiap hari.

Maka dari itu, jika potongan sebesar 20% atau bahkan lebih sudah dianggap kebesaran.

"Saudara-saudara, ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol, setuju 20 persen?" ucap Presiden Prabowo di Monas, Jakarta Pusat.

"Kalau 15 persen? Apa? Kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen! Harus di bawah 10 persen!" tambahnya

BACA JUGA:Pratama Arhan Resmi Wisuda Sarjana di Udinus: Lulus Manajemen Sambil Tetap Eksis di Sepak Bola!

Presiden Prabowo juga meminta untuk aplikator seperti Gojek, Grab, dan lainnya untuk dapat mengikuti permintaan nya tersebut.

Presiden Prabowo mengatakan jika masih terus membangkang, maka mereka diminta untuk tidak menjalankan bisnis di Indonesia.

Dalam Kepmenhub KP nomor 1001 tahun 2022, potongan aplikasi maksimal memang 20 persen. Namun, menurut pengakuan dari asosiasi ojol seperti Garda Indonesia, praktiknya bisa lebih, yakni mencapai 30-40 persenan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share