Dubes Iran Temui Jokowi dan JK, Ajak Tokoh RI Kampanye Anti Perang

Dubes Iran Temui Jokowi dan JK, Ajak Tokoh RI Kampanye Anti Perang

Dubes Iran temui Jokowi dan JK untuk galang dukungan tokoh Indonesia dalam kampanye anti perang di tengah konflik Iran dengan AS dan Israel.-Foto: Istimewa-

JAKARTA, PostingNews.id — Di tengah konflik yang kian memanas antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi justru memilih jalur diplomasi senyap. Ia berkeliling menemui tokoh-tokoh nasional hingga ulama untuk menggalang dukungan moral.

Langkah itu bukan sekadar silaturahmi. Boroujerdi terang-terangan membawa misi politik luar negeri Iran, yakni mengampanyekan penolakan terhadap perang.

“Kami ingin menyampaikan satu suara, yaitu kampanye anti-perang,” ujar Boroujerdi saat bertemu Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh Islam di Jakarta Selatan, Jumat, 3 April 2026.

Dalam rangkaian kunjungannya, Boroujerdi juga mendatangi para ulama. Ia meminta doa sekaligus dukungan atas posisi Iran di tengah konflik yang terus berkembang. Menurut dia, langkah ini juga menjadi bentuk balasan atas simpati dan ucapan belasungkawa yang sebelumnya datang dari berbagai pihak di Indonesia.

Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai cara menyampaikan terima kasih, sekaligus membuka ruang komunikasi soal kondisi terkini di Iran. Di hadapan para tokoh, Boroujerdi turut memaparkan situasi di negaranya dan berharap solidaritas dari umat Islam Indonesia.

BACA JUGA: Jebakan 'Girl Math' & 'Boy Math': Cara Otak Menipu Kita Biar Tetap Boros, Sob!

Sebelumnya, Boroujerdi juga sempat menemui Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa, 3 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Kalla didampingi mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi Iran, termasuk kemungkinan peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik yang lebih luas.

Tak berhenti di situ, Boroujerdi juga bertolak ke Solo untuk bertemu Joko Widodo pada Rabu, 1 April 2026. Dalam pertemuan itu, isu yang dibahas masih berkisar pada kondisi kawasan dan dampak konflik terhadap stabilitas regional.

Safari politik ini menunjukkan satu hal. Iran tak hanya bertarung di medan militer, tapi juga bergerak mencari simpati di negara-negara dengan pengaruh besar di dunia Islam seperti Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share