Iran Setop Rudal ke Arab, Syaratnya Para Sultan Jangan Mau Jadi Mainan AS

Iran Setop Rudal ke Arab, Syaratnya Para Sultan Jangan Mau Jadi Mainan AS

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghentikan serangan ke negara Arab, tapi memperingatkan mereka agar tidak dipakai Amerika untuk menyerang Teheran.-Foto: Reuters-

JAKARTA, PostingNews.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian akhirnya memberi perintah yang cukup menentukan bagi arah militer negaranya. Ia meminta angkatan bersenjata Iran menghentikan seluruh serangan rudal ke negara-negara tetangga. Instruksi itu disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026, di tengah situasi kawasan yang masih tegang setelah rangkaian konflik beberapa pekan terakhir.

Perintah tersebut muncul ketika laporan ledakan terdengar di sekitar Bandara Internasional Dubai dan dentuman keras dilaporkan terjadi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Insiden itu menambah kecemasan di kawasan Teluk yang selama beberapa hari terakhir berada dalam bayang-bayang eskalasi militer.

Pezeshkian menyampaikan instruksi tersebut melalui pesan video resmi yang dirilis kepada publik. Dalam pernyataannya, ia mengatakan keputusan itu bukan diambil sendiri, melainkan merupakan hasil kesepakatan lembaga yang ia sebut sebagai dewan kepemimpinan sementara. Badan tersebut saat ini memegang peran penting dalam mengarahkan kebijakan Iran selama masa transisi politik di negara itu.

Keputusan menghentikan serangan ke negara tetangga menandai perubahan sikap yang cukup tajam dari Teheran. Dalam beberapa waktu terakhir, Iran dikenal menunjukkan pendekatan militer yang agresif terhadap wilayah di sekitarnya setelah konflik regional memanas.

BACA JUGA:Iran-Israel Terus Memanas, Luhut Ingatkan Indonesia Jangan Ikut-Ikutan

Dalam pesannya, Pezeshkian menegaskan bahwa keputusan dewan tersebut bersifat jelas dan langsung. “Dewan kepemimpinan sementara menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak boleh lagi menjadi sasaran dan rudal tidak boleh ditembakkan,” kata Pezeshkian dalam pernyataan resminya.

Meski demikian, ia memberi catatan penting. Larangan itu tidak berlaku bila Iran lebih dulu diserang. “Kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” ujar dia.

Pernyataan itu dibaca sebagai upaya meredakan ketegangan dengan negara-negara Arab di kawasan Teluk. Namun kondisi di lapangan masih jauh dari benar-benar stabil.

Permintaan Maaf dan Peringatan

Dalam pesan yang sama, Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh serangan sebelumnya. Ia mengaku secara pribadi menyesali konsekuensi yang dirasakan oleh negara-negara di sekitar Iran.

Namun nada yang lebih lunak itu tidak sepenuhnya menghilangkan peringatan keras dari Teheran. Presiden Iran tersebut mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak mencoba memanfaatkan situasi transisi kepemimpinan di negaranya.

BACA JUGA:Ulama Mulai Mendekat ke Kekuasaan, Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo karena Jadi Presiden Berat

Ia secara khusus menyinggung kemungkinan adanya kelompok lokal di kawasan yang tergoda menggunakan momentum ketidakstabilan Iran untuk melakukan serangan balasan.

“Kepada kelompok-kelompok di negara tetangga yang mungkin berpikir untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyerang wilayah kami, saya sampaikan pesan ini. Jangan menjadi alat imperialisme,” kata Pezeshkian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share