Luhut Prediksi Konflik Iran dan AS Tak Cepat Berakhir
Luhut memprediksi konflik Iran melawan AS dan Israel tidak akan selesai dalam waktu dekat serta berpotensi memicu dampak ekonomi global.-Foto: Tangkapan Layar YouTube Kompas TV-
JAKARTA, PostingNews.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat yang bersekutu dengan Israel tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Ia menilai eskalasi militer yang terjadi justru menunjukkan tanda-tanda perang dapat berlangsung lebih lama.
Pandangan tersebut disampaikan Luhut melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan pada Jumat, 6 Maret 2026. Dalam unggahannya, ia menyinggung sejarah panjang Iran sebagai bangsa yang dikenal memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi berbagai konflik.
Menurut Luhut, Iran merupakan negara dengan tradisi perlawanan yang panjang. Sepanjang sejarahnya, negeri itu tidak pernah benar-benar dijajah oleh kekuatan asing selama ribuan tahun. Catatan berbagai pertempuran juga memperlihatkan karakter bangsa Iran yang tidak mudah dikalahkan.
Situasi tersebut tercermin dalam perkembangan konflik terbaru. Serangan Amerika Serikat yang menewaskan sejumlah pemimpin Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, justru tidak membuat Teheran melemah. Iran malah membalas dengan serangan yang semakin intens.
BACA JUGA:Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar itu Kalau Kursi DPR Bertambah
“Saya melihat perang ini tidak akan selesai dalam empat minggu atau satu bulan ke depan, karena meski beberapa pemimpin mereka yang dibunuh, tidak ada tanda-tanda melemah,” kata Luhut.
Kekuatan Militer Belum Tentu Mengubah Rezim
Luhut mengakui bahwa secara teknologi persenjataan, Amerika Serikat masih jauh lebih unggul. Namun keunggulan militer itu belum tentu cukup untuk menggoyahkan sistem politik di Iran. Ia menilai tujuan pergantian rezim yang diharapkan Washington belum tentu tercapai hanya melalui tekanan militer.
“Kalau semua sistem persenjataan mereka bisa dihancurkan, roketnya, drone-nya, produksi dan lainnya, apakah itu bisa membuat pergantian rezim? Kalau itu tidak terjadi, maka perang ini akan berkepanjangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Luhut juga menilai Amerika Serikat kemungkinan akan berpikir berkali-kali sebelum mengirimkan pasukan darat ke wilayah Iran. Langkah tersebut dinilai memiliki risiko besar karena dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar.
“Amerika akan berpikir sepuluh kali untuk mengirim pasukan darat ke sana. Karena pasti akan banyak korban, dan rakyat Amerika pasti marah,” kata dia.
BACA JUGA:FPI Ingatkan Pemerintah, TNI di Gaza Jangan Sampai Berkonfrontasi dengan Hamas
Dalam situasi geopolitik yang memanas ini, Luhut mengingatkan Indonesia agar berhati-hati dalam menentukan langkah diplomasi. Ia menilai posisi Indonesia sebagai negara nonblok harus dijaga agar tidak terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
Menurut dia, keputusan politik luar negeri harus dihitung secara matang karena dampaknya dapat merambat ke sektor ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News